<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876</id><updated>2012-02-16T13:05:13.300-08:00</updated><title type='text'>Hadits Shahih Al Bukhari</title><subtitle type='html'>SMK IT NUURUL FIKRI 
BERTAKWA PADA ILLAHI,MENGUASAI TEKNOLOGI,SOPAN SANTUN DAN, BAIK BUDI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-5711970396435511484</id><published>2009-12-18T16:16:00.001-08:00</published><updated>2009-12-18T16:16:59.200-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata."  Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat  "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut  didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat  itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menjaga sembahyang lima waktu&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Banyak bersedekah&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Banyak membaca al-quran&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dusta&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kianat&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adu-adu&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung  membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika melihat Malakulmaut&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika menghadapi hisab dihari kiamat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mudah dan ringan hisabnya&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Diampunkan segala dosanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika mati&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika hisab&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-5711970396435511484?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/5711970396435511484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/12/kedahsyatan-siksaan-dialam-kubur-abul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5711970396435511484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5711970396435511484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/12/kedahsyatan-siksaan-dialam-kubur-abul.html' title=''/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-4381955753623233222</id><published>2009-11-28T06:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T06:55:41.735-08:00</updated><title type='text'>Bersabar</title><content type='html'>Hakikat Sabar (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-Macam Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah&lt;br /&gt;   2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah&lt;br /&gt;   3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Meraih Kemuliaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Taisir Lathifil Mannaan Syaikh As Sa’di rahimahullah menyebutkan sebab-sebab untuk menggapai berbagai cita-cita yang tinggi. Beliau menyebutkan bahwa sebab terbesar untuk bisa meraih itu semua adalah iman dan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, ada sebab-sebab lain yang merupakan bagian dari kedua perkara ini. Di antaranya adalah kesabaran. Sabar adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah ta’ala, “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah ta’ala berfirman kepada penduduk surga, “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan [25] : 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Allah pun menjadikan sabar dan yakin sebagai sebab untuk mencapai kedudukan tertinggi yaitu kepemimpinan dalam hal agama. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, “Dan Kami menjadikan di antara mereka (Bani Isra’il) para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan titah Kami, karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah [32]: 24) (Lihat Taisir Lathifil Mannaan, hal. 375)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Dalam Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Dalam Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Maka dia harus bersabar untuk menahan rasa lapar, kekurangan harta, jauh dari keluarga dan tanah airnya. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan cara menghadiri pengajian-pengajian, mencatat dan memperhatikan penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati Yahya bin Abi Katsir yang pernah mengatakan, “Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan banyak mengistirahatkan badan”, sebagaimana tercantum dalam shahih Imam Muslim. Terkadang seseorang harus menerima gangguan dari orang-orang yang terdekat darinya, apalagi orang lain yang hubungannya jauh darinya, hanya karena kegiatannya menuntut ilmu. Tidak ada yang bisa bertahan kecuali orang-orang yang mendapatkan anugerah ketegaran dari Allah.” (Taisirul wushul, hal. 12-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Dalam Mengamalkan Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Dan orang yang ingin beramal dengan ilmunya juga harus bersabar dalam menghadapi gangguan yang ada di hadapannya. Apabila dia melaksanakan ibadah kepada Allah menuruti syari’at yang diajarkan Rasulullah niscaya akan ada ahlul bida’ wal ahwaa’ yang menghalangi di hadapannya, demikian pula orang-orang bodoh yang tidak kenal agama kecuali ajaran warisan nenek moyang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga gangguan berupa ucapan harus diterimanya, dan terkadang berbentuk gangguan fisik, bahkan terkadang dengan kedua-keduanya. Dan kita sekarang ini berada di zaman di mana orang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti orang yang sedang menggenggam bara api, maka cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita, Dialah sebaik-baik penolong” (Taisirul wushul, hal. 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Dalam Berdakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Begitu pula orang yang berdakwah mengajak kepada agama Allah harus bersabar menghadapi gangguan yang timbul karena sebab dakwahnya, karena di saat itu dia tengah menempati posisi sebagaimana para Rasul. Waraqah bin Naufal mengatakan kepada Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah ada seorang pun yang datang dengan membawa ajaran sebagaimana yang kamu bawa melainkan pasti akan disakiti orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jika dia mengajak kepada tauhid didapatinya para da’i pengajak kesyirikan tegak di hadapannya, begitu pula para pengikut dan orang-orang yang mengenyangkan perut mereka dengan cara itu. Sedangkan apabila dia mengajak kepada ajaran As Sunnah maka akan ditemuinya para pembela bid’ah dan hawa nafsu. Begitu pula jika dia memerangi kemaksiatan dan berbagai kemungkaran niscaya akan ditemuinya para pemuja syahwat, kefasikan dan dosa besar serta orang-orang yang turut bergabung dengan kelompok mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua akan berusaha menghalang-halangi dakwahnya karena dia telah menghalangi mereka dari kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan yang selama ini mereka tekuni.” (Taisirul wushul, hal. 13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya, “Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (QS. Al An’aam [6]: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang (da’i) masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh da’i ini meskipun dia sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi para da’i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya. Lihatlah para Rasul shalawatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Demikianlah, tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan mereka (kaumnya) mengatakan, ‘Dia adalah tukang sihir atau orang gila’.” (QS. Adz Dzariyaat [51]: 52). Begitu juga Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa.” (QS. Al Furqaan [25]: 31). Namun, hendaknya para da’i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua…” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar di atas Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 122). Ingatlah bagaimana siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan keluarganya. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah. (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 122-123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keteguhan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya bersumpah mogok makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Namun dengan tegas Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan, “Wahai Ibu, demi Allah, andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar, sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini…” (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 133) Inilah akidah, inilah kekuatan iman, yang sanggup bertahan dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari ini, baik yang berupa kehilangan harta, kehilangan jiwa dari saudara yang tercinta, kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan, itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka disakiti, diperangi, didustakan, dituduh yang bukan-bukan, bahkan ada juga yang dikucilkan. Ada yang tertimpa kemiskinan harta, bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara, namun sama sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3] : 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah juga janji Allah yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya akan Allah berikan jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath Thalaq [65] : 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya [636] (Lihat Durrah Salafiyah, hal. 148) dan Al Haakim dalam Mustadrak ‘ala Shahihain, III/624). (Syarh Arba’in Ibnu ‘Utsaimin, hal. 200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Menjauhi Maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Bersabar menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah, sehingga dia berusaha menjauhi kemaksiatan, karena bahaya dunia, alam kubur dan akhirat siap menimpanya apabila dia melakukannya. Dan tidaklah umat-umat terdahulu binasa kecuali karena disebabkan kemaksiatan mereka, sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Allah ‘azza wa jalla di dalam muhkam al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang ditenggelamkan oleh Allah ke dalam lautan, ada pula yang binasa karena disambar petir, ada pula yang dimusnahkan dengan suara yang mengguntur, dan ada juga di antara mereka yang dibenamkan oleh Allah ke dalam perut bumi, dan ada juga di antara mereka yang di rubah bentuk fisiknya (dikutuk).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentahqiq kitab tersebut memberikan catatan, “Syaikh memberikan isyarat terhadap sebuah ayat, “Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al ‘Ankabuut [29] : 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah itu semua terjadi hanya karena satu sebab saja yaitu maksiat kepada Allah tabaaraka wa ta’ala. Karena hak Allah adalah untuk ditaati tidak boleh didurhakai, maka kemaksiatan kepada Allah merupakan kejahatan yang sangat mungkar yang akan menimbulkan kemurkaan, kemarahan serta mengakibatkan turunnya siksa-Nya yang sangat pedih. Jadi, salah satu macam kesabaran adalah bersabar untuk menahan diri dari perbuatan maksiat kepada Allah. Janganlah mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila seseorang sudah terlanjur terjatuh di dalamnya hendaklah dia segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, meminta ampunan dan menyesalinya di hadapan Allah. Dan hendaknya dia mengikuti kejelekan-kejelekannya dengan berbuat kebaikan-kebaikan. Sebagaimana difirmankan Allah ‘azza wa jalla, “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan.” (QS. Huud [11] : 114). Dan juga sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya.” (HR. Ahmad, dll, dihasankan Al Albani dalam Misykatul Mashaabih 5043)…” (Thariqul wushul, hal. 15-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Menerima Takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Macam ketiga dari macam-macam kesabaran adalah Bersabar dalam menghadapi takdir dan keputusan Allah serta hukum-Nya yang terjadi pada hamba-hamba-Nya. Karena tidak ada satu gerakan pun di alam raya ini, begitu pula tidak ada suatu kejadian atau urusan melainkan Allah lah yang mentakdirkannya. Maka bersabar itu harus. Bersabar menghadapi berbagai musibah yang menimpa diri, baik yang terkait dengan nyawa, anak, harta dan lain sebagainya yang merupakan takdir yang berjalan menurut ketentuan Allah di alam semesta…” (Thariqul wushul, hal. 15-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Imam Al Mujaddid Al Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu ta’ala membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul, “Bab Minal iman billah, ash-shabru ‘ala aqdarillah” (Bab Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullahu ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini, “Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia. Ia menempati relung-relung hati, gerak-gerik lisan dan tindakan anggota badan. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syari’at (untuk mengerjakan sesuatu), atau berupa larangan syari’at (untuk tidak mengerjakan sesuatu), atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar ketika menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syari’at serta menjauhi larangan syari’at dan bersabar menghadapi musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah jalla wa ‘ala untuk menempa hamba-hamba-Nya. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ujian dengan dibebani ajaran-ajaran agama adalah sebagaimana tercermin dalam firman Allah jalla wa ‘ala kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Allah ta’ala berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat pengutusan Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya sabar terbagi tiga; sabar dalam berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri, semoga Allah merahmati beliau. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan bahwasanya sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba, sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya musibah. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini, untuk menerangkan bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang terasa menyakitkan. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa sabar artinya tertahan. Orang Arab mengatakan, “Qutila fulan shabran” (artinya si polan dibunuh dalam keadaan “shabr”) yaitu tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh, tanpa ada perlawanan atau peperangan. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang dipakai dalam pengertian syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa marah dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan dalam bentuk menampar-nampar pipi, merobek-robek kain dan semacamnya. Maka menurut istilah syari’at sabar artinya: Menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Di dalam al-Qur’an kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan beliau “Bab Minal imaan, ash shabru ‘ala aqdaarillah” artinya: salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. Keimanan itu mempunyai cabang-cabang. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan perkataan “Minal imaan ash shabru” beliau ingin memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan. Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang menunjukkan bahwa niyaahah (meratapi mayit) itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Sehingga setiap cabang kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Meratapi mayit adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa menyakitkan” (At Tamhiid, hal.389-391)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-bersambung insya Allah-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-4381955753623233222?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/4381955753623233222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/bersabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4381955753623233222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4381955753623233222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/bersabar.html' title='Bersabar'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-7866893259630181404</id><published>2009-11-11T23:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T23:44:46.266-08:00</updated><title type='text'>Pernikahan</title><content type='html'>Monday, June 8, 2009&lt;br /&gt;Upah Mengawinkan Hewan Tak Boleh Diambil&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Ibn Umar ra. : Nabi Muhammad Saw melarang seseorang mengambil upah dari mengawinkan hewan.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Perniagaan, pernikahan&lt;br /&gt;Monday, May 25, 2009&lt;br /&gt;Etika Berdagang dan Larangan Menjadi Perempuan Penyebab Perceraian&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw melarang menjual barang penghuni kota atas nama penghuni padang pasir, demikian pula dengan najsh. dan seseorang tidak boleh menganjurkan kepada pembeli yang telah mencapai kesepakatan dengan penjual lainnya untuk membatalkan kesepakatan tersebut, supaya ia beralih kepadanya dengan membeli barang dagangannya; demikian pula seseorang tidak boleh meminang seorang gadis yang telah dipinang orang lain; dan seorang perempuan dilarang menjadi penyebab diceraikannya perempuan yang lain dengan maksud menggantikan tempatnya.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: muamalah, Perniagaan, pernikahan&lt;br /&gt;Sunday, August 3, 2008&lt;br /&gt;Mandi Bersama Istri dan Syarat Mencumbu Istri yang Haid&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : Nabi Muhammad Saw. Dan aku biasa mandi bersama dalam sebuah bak manakala kami sedang dalam keadaan junub. Selama masa haid, ia menyuruhku memakai izar (pakaian {pembalut} yang dikenakan dibawah pinggang) dan biasa mencumbuku. Selama ber I’tikaf, ia mendekatkan kepalanya yang mulia kepadaku dan aku mensucikannya selama masa haidku.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: pernikahan&lt;br /&gt;Monday, July 21, 2008&lt;br /&gt;Larangan Menikahi Wanita Sepersusuan&lt;br /&gt;(Diriwayatkan dari Abdullah bin Mulaika r.a. ): Uqbah bin Harits r.a. : berkata bahwa ia menikah dengan anak perempuan Abi Ihab bin Aziz. Tak lama kemudian seorang perempuan menemuinya dan berkata; “akulah yang menyusui Uqbah dan perempuan yang dinikahinya”, Uqbah berkata kepadanya, “aku tidak tahu, kamu telah menyusuiku dan kamu tidak mengatakannya kepadaku”, kemudian dia pergi menemui Rasulullah SAW di Madinah, dan bertanya kepada Rasulullah SAW tentang itu, Rasulullah SAW menjawab, “bagaimana dapat kamu (tetap memperistrinya), padahal telah dikatakan kepadamu (bahwa ia adalah saudara sesusu mu)” kemudian Uqbah menceraikan istrinya, dan kemudian istrinya menikah dengan orang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-7866893259630181404?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/7866893259630181404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/7866893259630181404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/7866893259630181404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/pernikahan.html' title='Pernikahan'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-1893157787314502345</id><published>2009-11-11T23:37:00.001-08:00</published><updated>2009-11-11T23:40:32.451-08:00</updated><title type='text'>I'tikaf</title><content type='html'>KITAB I’TIKAF ; BAB : BILAKAH MASUK ORANG YANG AKAN I’TIKAF ITU DI TEMPAT I’TIKAFNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh rakean bagus minda raksadipa di/pada 1 September, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;729. ‘Aisyah berkata: Adalah Nabi saw. jika kan i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka aku pasangkan dindingnya (tabirnya) maka sesudah shalat Subuh segera masuk ke dalamnya, lalu Hafshah minta izin kepada ‘Aisyah untuk memasang dindingnya, dan diizinkan lalu memasang dindingnya, kemudian diketahui oleh Zainab binti Jahsy dan memasang dinding juga, kemudian pada pagi hari Nabi saw. melihat banyaknya dinding bersabda: Apakah kalian mengira itu termasuk dari al-birr (taat), kemudian meninggalkan i’tikaf pada bulan itu, kemudian i’tikaf sepuluh malam pada bulan syawal. (Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Nabi saw. jika berbuat suatu amal meskipun tidak wajib, maka jika ditinggalkan karena suatu hal diganti atau diqhada, supaya pahala yang biasa didapat jangan sampai hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dalam I'TIKAF | Leave a Comment »&lt;br /&gt;KITAB I’TIKAF ; BAB : I’TIKAF PADA MALAM-MALAM TERAKHIR (21-30) RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh rakean bagus minda raksadipa di/pada 1 September, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;727. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh (21-30) terakhir bulan Ramadhan. (Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;728. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir (21-30) Ramadhan sehingga meninggal dunia, kemudian dilanjutkan oleh istri-istrinya sepeninggalnya. (Bukhari, Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-1893157787314502345?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/1893157787314502345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/itikaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1893157787314502345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1893157787314502345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/itikaf.html' title='I&apos;tikaf'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-3740672863225310853</id><published>2009-11-10T22:54:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T22:54:51.881-08:00</updated><title type='text'>Sedekah Zakat</title><content type='html'>Thursday, October 1, 2009&lt;br /&gt;Anjuran Ber infaq&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. :&lt;br /&gt;Rasulullah Saw pernah bersabda, "Allah berkata, 'Keluarkanlah (infaq) dan akan akan kukeluarkan untukmu'" Nabi Saw juga berkata, "tangan Allah adalah penuh, dan tidak akan berkurang meskipun dikeluarkan sepanjang siang dan sepanjang malam".&lt;br /&gt;Nabi Saw juga berkata, "tidakkah kalian lihat apa yang telah Dia keluarkan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? sesungguhnya apa yang ada di Tangan-Nya tidaklah berkurang, dan Singgasana-Nya di atas air; dan di Tangan-Nya terdapat mizan yang dengan itu Dia meninggikan atau merendahkan seseorang".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Saturday, June 13, 2009&lt;br /&gt;Dengan Pohon Pun Kita Bisa Bersedekah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "akan dipandang sebagai melakukan sedekah, seorang muslim yang menabur benih dan menanam pohon, kemudian manfaat diambil oleh manusia, burung-burung, atau hewan lainnya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Tuesday, May 5, 2009&lt;br /&gt;Kewajiban Membayar Zakat Fitrah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Umar ra. : Rasulullah Saw mewajibkan membayar satu sha’ kurma atau sha’ gandum sebagai zakat fitrah kepada semua muslim, baik budak maupun yang telah dimerdekakan, laki-laki maupun perempuan, anak maupun orang tua. Dan Nabi Muhammad Saw memerintahkan bahwa zakat fitrah harus dibayarkan sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat Id’. (satu sha’ kurang lebih sama dengan 3 kg).&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Monday, May 4, 2009&lt;br /&gt;Keluarga Nabi Muhammad Tidak Makan Dari Sedekah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : kurma-kurma dibawa ke hadapan Rasulullah Saw segera setelah dipetik. Masing-masing orang membawa kurma (sebagai zakat) hingga terkumpul dalam gundukan besar (di hadapan Rasulullah Saw). Suatu kali Al Hasan dan Al Husain ra. Bermain-main dengan kurma-kurma itu. Salah seorang dari mereka menyentuhnya dan memasukkan ke mulutnya. Rasulullah Saw mengeluarkan kurma itu dari mulutnya dan berkata, “tidak tahukah kalian anak cucu (keturunan) Muhammad tidak boleh makan dari sedekah?”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Friday, May 1, 2009&lt;br /&gt;Menjual Kayu Bakar adalah Lebih Baik daripada Mengemis&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “demi Dia yang menggenggam hidupku, akan lebih baik bagi seseorang untuk mengambil seutas tali dan memotong kayu (di hutan) lalu membawanya dengan punggungnya dan menjualnya daripada meminta sesuatu kepada seseorang dan orang yang ia minta mungkin memberinya mungkin tidak”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Kesabaran adalah Anugerah Terbaik dan Terbesar&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra. : beberapa orang Anshar meminta (sesuatu) kepada Rasulullah Saw dan diberi. Kemudian mereka meminta lagi (sesuatu) dan kembali diberi. Kemudian kembali mereka meminta (sesuatu) dari Rasulullah Saw hingga semua semua yang dimiliki Rasulullah Saw habis.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, “apabila aku memiliki sesuatu, aku tidak akan menyembunyikannya darimu. (ingatlah) siapa pun yang tidak meminta (mengemis) kepada orang lain, Allah akan memenuhinya, dan siapa pun yang berusaha membuat dirinya merasa cukup, maka Allah akan membuat dirinya merasa cukup. Dan siapa pun yang berupaya bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Tidak ada anugerah yang lebih baik dan lebih besar yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Sedekah Kepada Keluarga dan Kerabat&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra : suatu ketika pada hari raya Rasulullah Saw pergi ke Mushalla (ruang atau lapangan yang difungsikan sebagai tempat shalat). Kemudian Nabi Muhammad Saw pulang, ketika Nabi Muhammad Saw sampai di rumahnya , Zainab, istri Ibn Mas’ud meminta izin untuk masuk. Ia berkata, “ya Rasulullah, inilah Zainab”. Nabi Muhammad Saw bertanya,”Zainab yang mana?” ia menjawab bahwa ia istri Ibn Mas’ud. Nabi Muhammad Saw bersabda,”baiklah, silakan masuk”. Ia pun masuk dan berkata, “ya Rasulullah, hari ini anda memerintahkan kami untuk mengeluarkan sedekah dan aku memiliki sebuah perhiasan yang kuniatkan akan kuberikan sebagai sedekah tetapi Ibn Mas’ud berkata bahwa ia dan anak-anaknya lebih berhak mendapatkannya ketimbang orang lain.” Nabi Muhammad Saw bersabda, “apa yang dikatakan Ibn Mas’ud benar. Suami dan anak-anak mu lebih berhak memperolehnya daripada orang lain”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Thursday, April 30, 2009&lt;br /&gt;Sedekah Yang Diberikan Kepada Orang Miskin, Anak Yatim, Dan Orang Dalam Perjalanan&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra. "suatu ketika Nabi Muhammad Saw duduk diatas mimbarnya dan kami duduk di sekelilingnya. kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, "sesuatu yang kutakutkan akan mengguncang sebagian besar dari kalian (sesuatu yang akan menimpa kalian sepeninggalku) adalah kesenangan-kesenangan dan kemewahan dunia yang keelokkannya akan disingkapkan kepadamu". seseorang berkata, "ya Rasulullah! apakah kebaikan akan membawa keburukan?" Nabi Muhammad Saw termenung sejenak. ada yang berkata kepada orang itu, "ada apa kamu ini? kamu berbicara kepada Rasulullah Saw ketika Rasulullah Saw tidak sedang berbicara kepadamu!". kemudian kami mengetahui bahwa wahyu baru saja diturunkan kepadanya. Nabi Muhammad Saw mengusap peluhnya dan berkata, "mana penanya tadi?" sepertinya Nabi Muhammad Saw menyukai pertanyaan tadi. lalu Nabi Muhammad Saw bersabda,"kebaikan tidak pernah membawa keburukan. seperti tumbuh-tumbuhan di tepi sungai tidak pernah membunuh atau membuat hewan sakit, kecuali apabila hewan itu memakan khadhirah (sejenis sayuran), lalu melihat ke arah matahari, kemudian berak, kencing dan merumput kembali. sesungguhnya kekayaan ini manis dan hijau. anugerah dilimpahkan terhadap kekayaan seorang muslim yang diberikan kepada orang miskin, anak yatim, dan Ibn Al-sabil (orang yang sedang perjalanan[atau Rasulullah mengucapkan kata-kata yang serupa dengan itu]). sesungguhnya, siapa pun yang mengambil hak orang lain ibarat orang yang makan tetapi tidak pernah kenyang, dan kekayaannya akan menjadi saksi yang menentangnya pada hari kiamat".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Keharusan Bersedekah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Musa ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “setiap muslim harus bersedekah”. Seseorang bertanya, “ya Rasulullah ! jika seseorang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan, apa yang harus ia lakukan?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “ia harus bekerja hingga memperoleh upah dan memberikan sedekah”. Lebih jauh orang-orang bertanya, “bagaimana jika hal itu pun tidak bisa ia lakukan?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “tolonglah orang yang membutuhkan pertolongan”. Orang-orang berkata, “jika ia tidak dapat melakukan hal itu?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “maka ia harus mengerjakan semua perbuatan baik dan menghindari semua perbuatan buruk dan hal ini akan diperhitungkan sebagai pahala bersedekah”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Friday, April 24, 2009&lt;br /&gt;Puas Dengan Pemberian Allah, Maka Akan Diberi Kecukupan&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Hakim bin Hizam : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah. seseorang harus mendahulukan memberi kepada orang yang menjadi tanggungannya. dan sedekah yang paling baik adalah yang dikeluarkan orang kaya. dan siapapun yang tidak meminta pertolongan (keuangan) kepada orang lain, Allah akan memberinya dan menyelamatkannya untuk tidak meminta tolong kepada orang lain, dan siapapun yang merasa puas dengan yang diberikan Allah kepadanya, maka Allah akan membuatnya berkecukupan".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Wednesday, April 22, 2009&lt;br /&gt;Orang Miskin Bukanlah Orang Yang Meminta-minta&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "orang miskin bukanlah orang yang berkeliling kepada orang lain untuk meminta segenggam atau dua genggam kurma, tetapi orang miskin adalah orang yang tidak memiliki cukup (uang) untuk memenuhi kebutuhannya dan keadaannya itu tidak diketahui orang lain; orang lain mungkin memberinya sedekah, tetapi ia tidak mengemis kepada orang lain".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Monday, April 20, 2009&lt;br /&gt;Doa Malaikat Atas Pemberi Sedekah dan Penahan Sedekah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw bersabda, "setiap hari, dua malaikat turun ke bumi. salah seorang dari mereka berkata, 'ya Allah, gantilah harta orang yang bersedekah di jalan-Mu'. sedangkan yang satunya lagi berkata, 'ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan'."&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Friday, April 17, 2009&lt;br /&gt;Allah Akan Menahan Rizki Orang Yang Menahan Sedekah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "jangan kau tahan uangmu (untuk bersedekah sebab bila kau lakukan itu), Allah akan menahan Anugerah-Nya darimu".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Bersedekah Sesuai Kemampuan&lt;br /&gt;(diriwayatkan dari Asma' binti Abu Bakar ra.) : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "jangan simpan uangmu di dalam kantung uang; oleh karena Allah akan menahan anugerah-Nya darimu. berikanlah (di jalan Allah) sesuai dengan kemampuanmu".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Thursday, April 16, 2009&lt;br /&gt;Istri Nabi Muhammad Saw Yang Paling Banyak Sedekah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : sebagian istri-istri Nabi Muhammad Saw bertanya, “siapakah diantara kami yang akan menjadi orang pertama yang menyusul anda?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “yang memiliki lengan paling panjang”. Maka mereka pun mengukur lengannya masing-masing dengan sebatang tongkat dan ternyata yang memiliki lengan paling panjang adalah Saudah. (ketika Zainab binti Jahsy menjadi istri yang pertama wafat sepeninggal Nabi Muhammad Saw, yaitu pada masa kekhalifahan Umar) barulah kami menyadari bahwa lengan panjang adalah ibarat (tamsil) mengeluarkan sedekah. Demikianlah, Zainab adalah istri Nabi Muhammad Saw yang pertama menyusul dan semasa hidupnya ia sangat mencintai sedekah. (Saudah sendiri meninggal pada masa kekuasaan Mu’awiyah).&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Sedekah Yang Paling Utama&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : seorang lelaki menemui Nabi Muhammad Saw dan bertanya, “ya Rasulullah Saw, sedekah apakah yang paling utama?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “sedekah yang kau berikan ketika kau dalam keadaan sehat, kikir dan takut terhadap kemiskinan dan menginginkan kekayaan. Janganlah menunggu sampai dekatnya saat kematian dengan mengatakan, ‘untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian, dan harta tersebut telah menjadi milik ahli warisnya’”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Wednesday, April 15, 2009&lt;br /&gt;Tanda Kiamat - Kekayaan Melimpah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, "tidak akan datang hari Kiamat hingga kekayaanmu berlimpah sedemikian banyaknya yang membuatnya takut, karena tidak akan ada orang yang mau menerima zakatnya dan orang yang kepada siapa zakat itu akan diberikan, akan menjawab, 'aku tidak membutuhkannya'"&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Tuesday, April 14, 2009&lt;br /&gt;Kata-kata Yang Baik Sebagai Sedekah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Adi bin Hatim ra. : ketika aku sedang duduk bersama Rasulullah Saw, dua orang laki-laki menemui Rasulullah Saw ; salah seorang dari mereka mengeluhkan kemiskinan dan yang lainnya mengeluhkan mewabahnya perampokan. Rasulullah Saw bersabda, “mengenai pencurian dan perampokan, dalam waktu dekat akan ada sebuah kafilah yang menuju Makkah (dari Madinah) tanpa pengawal. Dan mengenai kemiskinan, hari kiamat tidak akan datang hingga salah seorang dari kalian berkeliling untuk menyedekahkan kekayaannya dan tidak akan menemukan seorangpun yang menerimanya. Dan salah seorang dari kalian akan berdiri di hadapan Allah tanpa penghalang atau pun penterjemah, dan Allah akan bertanya kepadanya, ‘bukankah telah Kuberikan kekayaan kepadamu?’ ia akan menjawab membenarkan.lebih jauh Allah akan bertanya kepadanya, ‘bukankah telah Ku kirimkan seorang Rasul kepadamu?’. Ia akan menjawab dengan membenarkan. Kemudian ia akan melihat ke sebelah kanannya dan yang ia lihat api neraka, dan ketika ia melihat ke arah kirinya yang ia lihat api neraka. Maka selamatkanlah diri kalian dari api neraka, meskipun dengan memberikan separuh kurma (sebagai sedekah). Dan seandainya kalian tidak memilki separuh kurma pun (sebagai sedekah) maka bicaralah dengan kata-kata yang menyenangkan.”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: muamalah, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Monday, April 13, 2009&lt;br /&gt;Menyegerakan Sedekah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Haritsah bin Wahb ra. : aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “segerakanlah sedekah, jangan ditunda hingga datang suatu zaman ketika seseorang harus berkeliling untuk memberikan apa yang akan disedekahkannya dan tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya, dan orang (yang diminta untuk menerima sedekah itu) akan berkata, “seandainya kau datang kemarin pasti aku akan menerimanya, adapun hari ini aku tidak membutuhkannya”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: sedekah/zakat&lt;br /&gt;Sunday, April 12, 2009&lt;br /&gt;Bersedekah Dengan Harta Yang Baik&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “apabila seseorang memberikan sedekah yang setara dengan sebuah kurma yang diperoleh dengan harta yang baik – dan Allah menerima sedekah itu dengan tangan-Nya dan kemudian menambahkan pahala kepada orang itu, sebagaimana siapa pun dari kamu yang membesarkan bayi kudanya, sedemikian besarnya sehingga menjadi sama besarnya dengan sebuah gunung”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-3740672863225310853?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/3740672863225310853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/sedekah-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/3740672863225310853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/3740672863225310853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/sedekah-zakat.html' title='Sedekah Zakat'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-4880936632161685388</id><published>2009-11-10T22:52:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T22:52:54.225-08:00</updated><title type='text'>Sunah Rasulullah</title><content type='html'>JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH S.A.W&lt;br /&gt;"Cerdasnya orang yang beriman adalah dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena mesjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan mesjid Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada solat dhuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-4880936632161685388?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/4880936632161685388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/sunah-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4880936632161685388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4880936632161685388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/sunah-rasulullah.html' title='Sunah Rasulullah'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-8366728206519843572</id><published>2009-11-10T22:50:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T22:50:45.776-08:00</updated><title type='text'>Shalawat</title><content type='html'>Tuesday, September 29, 2009&lt;br /&gt;Cara Bershalawat Kepada Nabi&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Ka'b bin Ujrah: seseorang berkata, "ya Rasulullah! kami telah mengetahui bagaimana memberi salam kepadamu, tetapi bagaimanakah cara memberi shalawat kepadamu?".&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda, "Katakan: Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. ya Allah berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau berikan berkah kepada keluarga Ibrahim. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia". (Allahumma shalli ala muhammad wa 'ala aali muhammad, kamaa shalaita 'ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik 'ala muhammad wa 'ala aali muhammad, kamaa baarakta 'ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-8366728206519843572?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/8366728206519843572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8366728206519843572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8366728206519843572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/shalawat.html' title='Shalawat'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-3932013640510769942</id><published>2009-11-10T22:49:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T22:49:53.860-08:00</updated><title type='text'>Siksa Kubur</title><content type='html'>Friday, May 22, 2009&lt;br /&gt;Pembuat Gambar Akan Diazab, dan Para Malaikat Tidak Masuk Ke Rumah Yang Terdapat Gambar Di Dalamnya&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : aku membeli alas duduk bergambar. pada saat Rasulullah Saw melihatnya, nabi Muhammad Saw tetap berdiri di ambang pintu dan tidak masuk ke dalam rumah. aku melihat isyarat ketidaksenangan pada wajahnya, maka aku berkata, "ya Rasulullah! aku bertobat kepada Allah dan Rasul-Nya. dosa apa yang telah aku perbuat?"&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, "ceritakan tentang alas duduk ini". aku menjawab, "aku membelinya untuk tempat duduk anda". Rasulullah Saw bersabda, "pembuat gambar ini akan diazab pada hari Kiamat. akan dikatakan kepada mereka, 'beri gambar-gambar ciptaanmu nyawa'." Nabi Muhammad Saw menambahkan, "para malaikat tidak akan memasuki sebuah rumah yang terdapat gambar-gambar di dalamnya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, siksa kubur&lt;br /&gt;Friday, April 3, 2009&lt;br /&gt;Tentang Neraka dan Surga&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Samurah bin Jundab : setiap kali Rasulullah Saw menyelesaikan shalat (subuh), Nabi Muhammad Saw menghadapkan wajahnya kepada kami dan bertanya, “siapa diantara kalian yang bermimpi tadi malam?” maka orang yang bermimpi malam itu akan menceritakannya. Nabi Muhammad Saw akan mengatakan, “Masya’ Allah”.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw bertanya apakah ada salah seorang dari kami yang melihat sesuatu di dalam mimpinya. Kami menjawab tidak, Nabi Muhammad Saw bersabda, “tetapi tadi malam aku telah melihat (dalam mimpi) dua orang laki-laki menemuiku, menjabat tanganku dan membawaku ke Tanah Suci.&lt;br /&gt;Disana, aku melihat seseorang tengah duduk dan yang lainnya berdiri memegang sebuah pengait besi dan menekannya ke mulut orang yang disebut pertama hingga mengenai tulang rahangnya, merobek pipinya yang sebelah, dan pipinya yang sebelah lagi; pada saat yang bersamaan pipinya yang sebelah telah normal kembali. Begitulah hal itu dilakukan berulang kali.&lt;br /&gt;Aku berkata, “apa ini?” mereka berkata agar meneruskan perjalanan hingga kami melihat seorang laki-laki yang berbaring dalam posisi meniarap, dan lelaki lain berdiri di atas kepalanya membawa sebuah batu atau kepingan karang, meremukkan kepala orang yang disebut pertama, dengan batu itu. Setiap kali ia memukul kepala orang itu, batu itu menggelinding. Ia mengambil batu itu dan ketika kembali, kepala orang yang telah hancur itu telah normal kembali dan ia kembali menghancurkan kepala orang itu (dan begitu seterusnya). Aku berkata,”siapa (apa) ini?”&lt;br /&gt;Mereka mengatakan kepadaku agar meneruskan perjalanan; maka kami pun meneruskan perjalanan hingga melewati sebuah lubang mirip sebuah tungku, yang atasnya sempit dan bawahnya lebar, dan api berkobar-kobar di bawah lubang itu. Setiap kali nyala api membesar orang-orang terangkat ke atas seakan-akan mereka hendak terlontar dari sana, dan setiap kali nyala api menjadi lebih tenang, orang-orang jatuh kebawahnya. Orang-orang itu terdiri dari laki-laki dan perempuan yang telanjang. Aku berkata, “siapa (apa) ini?”&lt;br /&gt;Mereka mengatakan kepadaku agar meneruskan perjalanan. Maka kami pun meneruskan perjalanan hingga tiba di sebuah sungai darah dan seorang laki-laki berkubang di dalamnya. Seorang laki-laki lain (berdiri di pinggir sungai) dengan sejumlah batu di depannya, laki-laki ini menyerang orang yang disebut pertama. Setiap kali orang yang berada di dalam sungai ingin keluar dari sana, laki-laki ini melemparkan sebuah batu ke mulutnya sehingga menyebabkan ia terjerembab ke tempatnya semula. Aku berkata, “siapa (apa) ini?”&lt;br /&gt;Mereka mengatakan kepadaku agar meneruskan perjalanan, maka kamipun meneruskan perjalanan hingga tiba di sebuah kebun hijau lebat yang elok dan di dalamnya terdapat sebuah pohon yang luar biasa besarnya. Di bawah pohon itu duduk seorang lelaki tua dengan sejumlah anak. Aku melihat lelaki lain dengan api di depannya dan ia mengobarkannya.&lt;br /&gt;Kemudian mereka (dua sahabatku) membawaku memanjat pohon itu dan membawaku masuk ke sebuah rumah yang paling indah yang pernah ku lihat. Di dalamnya terdapat sejumlah orang tua dan anak muda, perempuan dan anak-anak.&lt;br /&gt;Kemudian mereka membawaku keluar dari rumah itu lalu membawaku memanjat pohon itu lebih tinggi dan membawaku masuk ke sebuah rumah yang lain yang lebih elok dan lebih indah dari sebelumnya yang berisi orang-orang tua dan orang-orang muda.&lt;br /&gt;Aku berkata kepada mereka (dua sahabatku), “ anda telah membuatku berkeliling sepanjang malam. Ceritakan padaku semua yang telah kulihat.” Mereka berkata, “baiklah. Orang yang kau lihat dirobek pipinya, dahulunya seorang pembohong dan selalu mengatakan kebohongan. Atas perintahnya orang-orang akan menyebarkan kebohongannya ke seluruh dunia. Maka ia akan dihukum seperti itu di hari kiamat. Orang yang kau lihat kepalanya dihancurkan adalah orang yang telah diberi Allah pengetahuan Al Quran tetapi ia tidur sepanjang malam (tidak membacanya) dan perbuatannya di dunia tidak didasarkan atasnya; maka demikianlah hukumannya di hari kiamat. Dan orang-orang yang kau lihat berada di dalam lubang adalah orang-orang yang berzina (para pezina). Orang-orang yang kau lihat di sungai darah adalah para rentenir (berhubungan dengan riba). Dan orang yang kau lihat duduk di bawah pohon adalah Ibrahim a.s. anak-anak di sekelilingnya adalah ruh orang-orang yang telah meninggal. Dan orang yang mengobarkan nyala api adalah Malik, penjaga pintu neraka. Adapun rumah pertama yang kau masuki adalah rumah orang-orang beriman pada umumnya. Sedangkan rumah yang kedua (yang kau masuki) adalah rumah para syahid. Aku adalah Jibril dan ini adalah Mikail. Angkat kepalamu”. Aku mengangkat kepalaku dan melihat sesuatu seperti awan di atasku. Mereka berkata, “itulah tempatmu”. Aku berkata,”izinkan aku masuk ke tempatku”. Mereka berkata, “masih terdapat sebagian usiamu yang belum digenapkan olehmu. Apabila telah genap (sisa usia hidupmu) kau akan masuk ke tempatmu”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: mimpi, siksa kubur&lt;br /&gt;Thursday, April 2, 2009&lt;br /&gt;Diperlihatkan Surga atau Neraka Ketika Di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar : Rasulullah Saw pernah bersabda, “ketika salah seorang dari kalian meninggal, akan diperlihatkan kepadanya tempatnya pada pagi dan dan sore hari. Apabila ia termasuk salah seorang penghuni surga, akan diperlihatkan surga kepadanya. Dan apabila ia termasuk penghuni neraka, akan diperlihatkan neraka kepadanya. Kemudian dikatakan kepadanya, “inilah tempatmu kelak ketika Allah menghidupkanmu kembali di hari kiamat””.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Selalu Berdoa Mohon Perlindungan Dari Azab dan Fitnah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw selalu berdoa kepada Allah: “ya Allah ! aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, azab neraka, fitnah hidup, fitnah mati, dan dari fitnah Dajjal”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: berdoa, siksa kubur&lt;br /&gt;Wednesday, April 1, 2009&lt;br /&gt;Orang Non Muslim Diazab Sejak Di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Ayyub ra. : suatu ketika Rasulullah Saw keluar setelah matahari terbenam dan mendengar sebuah suara (yang mengerikan) dan berkata, “orang-orang yahudi sedang diazab di kuburan mereka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Perkataan Yang Teguh di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Bara’ bi Azib ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “ketika orang yang beriman didudukkan di dalam kuburnya, para malaikat pun menemuinya dan ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. Hal itu sesuai dengan firman Allah: Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh…(QS Ibrahim [14]:27)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Wednesday, March 25, 2009&lt;br /&gt;Peristiwa di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “ketika manusia berbaring di dalam kuburnya dan para sahabatnya pulang, ia mendengar langkah kaki mereka. Dua malaikat datang kepadanya, menyuruhnya duduk dan bertanya kepadanya; apa yang pernah kau katakan tentang Muhammad Saw ? ia akan berkata: aku bersaksi bahwa Ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Kemudian akan dikatakan padanya, “lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menukarnya dengan dengan sebuah tempat di surga karena itu”. Kemudian Nabi Muhammad Saw menambahkan, “orang itu akan melihat kedua tempat itu. Tetapi orang kafir atau munafik akan berkata kepada dua malaikat itu, “aku tidak tahu, tetapi aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang!”. Akan dikatakan kepadanya, “kau tidak tahu tetapi kau tidak mengambil petunjuk (dengan mengikuti Al Quran). Kemudian ia akan dipukuli dengan palu besi di antara dua telinga nya, ia akan menjerit dan jeritannya terdengar oleh apa pun yang ada di dekatnya, kecuali manusia dan jin.”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: siksa kubur&lt;br /&gt;Monday, July 28, 2008&lt;br /&gt;Sebab Siksa kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : pada suatu hari ketika Rasulullah SAW tengah berjalan melintasi hiythan (pekuburan) di Madinah atau Makkah, beliau mendengar suara kesakitan dua orang yang sedang mengalami siksa kubur. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”dua orang ini disiksa karena melakukan dosa besar”. Nabi Muhammad Saw. Menambahkan,”benar ! (mereka disiksa karena satu dosa besar). Yang seorang tidak membersihkan dirinya dari kotoran air kencing, sementara yang lainnya karena suka memfitnah”. Nabi Muhammad Saw. Kemudian meminta sebatang ranting hijau (dari sebuah pohon kurma), mematahkannya (menjadi dua bagian) dan menyimpannya masing-masing satu patahan di atas kedua kuburan itu. Ketika sahabat-sahabatnya bertanya kenapa Nabi Muhammad Saw. Melakukan hal itu, Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “aku berharap barangkali dapat mengurangi siksaan mereka hingga dua batang ranting itu kering”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-3932013640510769942?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/3932013640510769942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/siksa-kubur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/3932013640510769942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/3932013640510769942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/siksa-kubur.html' title='Siksa Kubur'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-1880688975325510711</id><published>2009-11-10T22:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T22:48:51.083-08:00</updated><title type='text'>Wahyu</title><content type='html'>Friday, July 10, 2009&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Tidak Menyembunyikan Sebagian Wahyu&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : siapapun yang berkata bahwa Muhammad Saw menyembunyikan sebagian yang telah diwahyukan kepadanya, maka ia adalah orang yang berdusta. karena Allah berfirman : wahai Rasul ! sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (QS Al Ma'idah [5]:67).&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: wahyu&lt;br /&gt;Sunday, July 6, 2008&lt;br /&gt;Wahyu Turun seperti Lonceng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. : Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah SAW, “ya Rasulullah ! bagaimana wahyu Allah SWT. Diturunkan kepadamu? Rasulullah SAW menjawab, “kadang-kadang ia diturunkan seperti bunyi sebuah lonceng, dari berbagai cara wahyu diturunkan cara inilah yang paling berat dan kemudian suara (lonceng) itu menghilang setelah aku menerima wahyu itu. Kadang-kadang malaikat menemuiku dalam wujud seorang laki-laki dan berbicara kepadaku dan aku mengingat apa pun yang ia katakan .” ‘Aisyah r.a. menambahkan : ketika Rasulullah SAW sedang menerima wahyu pada suatu hari yang dingin aku melihat peluh berjatuhan dari dahinya hingga wahyu itu selesai diturunkan Allah SWT.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: wahyu&lt;br /&gt;Wahyu di Gua Hira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. : mula-mula wahyu Allah SWT diturunkan kepada Rasulullah SAW dalam bentuk mimpi-mimpi yang kebenarannya seterang cahaya siang hari, lalu kecintaan ber-khalwat (mengasingkan diri) dilimpahkan Allah SWT kepadanya. Ia pergi berkhalwat di gua Hira tempat ia beribadah kepada Allah SWT terus menerus selama beberapa malam sebelum kembali (atau ia ingin berjumpa dengan) keluarganya. Ia membawa bekal makanan untuk persediaan dan pulang menemui Khadijah (istrinya) untuk mengambil lagi bekal makanan hingga wahyu secara tiba-tiba diturunkan kepadanya pada saat ia masih berada di gua itu. Malaikat datang menemuinya dan menyuruhnya untuk membaca. Nabi Saw. Menjawab, “aku tidak bisa membaca.” Nabi Saw. Meneruskan, “kemudian malaikat itu memelukku (dengan kuat) dan menekanku begitu keras hingga aku tidak bisa bernapas. Kemudian ia melepaskan aku dan menyuruh membaca, namun kembali kujawab,”aku tidak bisa membaca” lalu untuk ketiga kalinya ia menangkap aku dan memelukku dengan kuat, dan kemudian melepaskan pelukannya dan berkata, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmu lah yang Maha Pemurah” (QS. Al Alaq {96}: 1-3). Kemudian Rasulullah SAW pulang membawa wahyu itu dengan hati yang gundah. Setelah itu Nabi Saw. Pergi menemui Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata,”selimuti aku!, selimuti aku!” dia menutupi tubuhnya dengan selimut hingga rasa takutnya hilang dan setelah itu menceritakan kepada Khadijah apa yang telah terjadi (lalu berkata),”aku takut sesuatu akan terjadi padaku.” Khadijah menjawab,”Tak pernah! Demi Allah, Allah tidak akan pernah memberimu aib. Kau berbuat baik terhadap sahabat dan kerabat, menolong orang miskin dan papa, memuliakan tamumu dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang ditimpa kemalangan.” kemudian Khadijah mempertemukan Nabi Saw. Dengan sepupunya, Waraqah bin Naufal bin Abd’ Al ‘Uzza, yang pada masa jahiliyah menjadi pengikut Nasrani dan menulis (Kitab Injil) dengan bahasa Ibrani. Ia menulis Injil dalam bahasa Ibrani sebanyak yang diinginkan Allah. Ia telah uzur dan matanya telah buta. Khadijah berkata kepadanya, “sepupuku dengarkanlah cerita kemenakan laki-lakimu ini.” Waraqah bertanya, “Kemenakanku apa yang telah kau lihat”, Rasulullah SAW pun menjelaskan apa yang telah dilihatnya. Setelah mendengan cerita Nabi Saw. Waraqah berkata, “Ia adalah malaikat yang sama (yaitu Jibril) yang diutus Allah kepada Musa. Seandainya aku masih muda dan hidup hingga datangnya masa ketika kaummu mengusirmu.” Rasulullah SAW bertanya, “apakah mereka akan mengusirku?” ia menjawab dengan tegas,”setiap orang (laki-laki) yang datang dengan sesuatu yang kau bawa, pasti dia akan dimusuhi; dan seandainya aku hidup hingga datangnya hari itu (ketika kau diusir) niscaya aku akan membelamu dengan seluruh kemampuanku”. Tetapi selang beberapa hari Waraqah meninggal dunia dan wahyu Illahi berhenti sementara waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-1880688975325510711?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/1880688975325510711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/wahyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1880688975325510711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1880688975325510711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/wahyu.html' title='Wahyu'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-9140562484386072713</id><published>2009-11-10T22:44:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T22:47:24.188-08:00</updated><title type='text'>Islam</title><content type='html'>Diriwayatkan dari (Mujahid) : Ibn Umar berkata, "Rasulullah Saw memegang bahuku dan berkata, 'hiduplah di dunia ini seakan-akan kamu adalah orang asing atau sebagai pengembara'".&lt;br /&gt;(perawi lain hadis ini menambahkan) : Ibn Umar berkata, "jika umurmu mencapai malam hari, maka jangan menanti pagi hari. dan jika umurmu mencapai pagi hari, maka jangan menanti malam hari. ambillah (waktu) sehatmu untuk sakitmu dan ambillah (masa) hidupmu untuk matimu"&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Thursday, September 10, 2009&lt;br /&gt;Dua Hal Yang Di sia-sia kan Manusia&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "ada dua anugerah yang disia-siakan manusia; kesehatan dan waktu luang".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Monday, September 7, 2009&lt;br /&gt;Larangan Berlebihan Dalam Ibadah dan Menselisihi Sunnah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : tiga orang laki-laki berkunjung ke rumah istri-istri Nabi Saw menanyakan bagaimana (kualitas) Nabi Saw beribadah kepada Allah. ketika mereka diberitahu perihal itu, mereka merasa ibadah yang selama ini mereka lakukan sangat tidak memadai dan berkata, "begitu jauhnya kita dari Nabi Saw yang dosa masa lampau dan masa depannya telah diampuni Allah". lalu salah seorang dari mereka berkata, "aku akan mengerjakan shalat sepanjang malam". yang lain berkata, "aku akan berpuasa sepanjang tahun". dan yang lainnya lagi berkata, "aku tidak akan menikah seumur hidupku".&lt;br /&gt;Rasulullah Saw menemui mereka dan berkata, "apakah kalian orang-orang yang berkata ini dan itu? demi Allah, aku lebih tunduk dan takut kepada Allah daripada kalian. tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan menikahi perempuan. maka barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, larangan bid'ah&lt;br /&gt;Friday, September 4, 2009&lt;br /&gt;Syafaat Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "untuk setiap nabi ada doa (khusus) yang dikabulkan Allah dan aku akan menyimpannya sebagai syafa'ah untuk umatku di akhirat".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, kiamat&lt;br /&gt;Thursday, September 3, 2009&lt;br /&gt;Tidak Pulang Ke Rumah Pada Malam Hari Sekembali dari Perjalanan Jauh dan Lama&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari (jabir bin Abdullah): Nabi Saw pernah bersabda, "jika salah seorang dari kalian pergi untuk jangka waktu yang lama, jangan kembali kepada keluarganya pada malam hari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : "jika kamu masuk (ke kotamu) pada malam hari (sekembalinya dari perjalanan), jangan kembali kepada keluargamu (masuk ke rumahmu) hingga si istri (telah) mencukur rambut bagian bawahnya dan istri menyisir rambutnya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Saturday, August 1, 2009&lt;br /&gt;Tidak Mencela Makanan&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Saw tidak pernah mencela setiap makanan (yang dihidangkan kepadanya), tetapi jika ia menyukainya akan dimakannya, sebaliknya jika tidak, Nabi Saw akan meninggalkannya (tanpa memperlihatkan ketidaksukaannya).&lt;br /&gt;PR: wait... I: wait... L: wait... LD: wait... I: wait... wait... Rank: wait... Traffic: wait... Price: wait... C: wait...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Friday, July 31, 2009&lt;br /&gt;Cara Berbicara Nabi&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : Nabi Saw selalu berbicara dengan terang dan jelas sehingga seandainya seseorang ingin menghitung kata-kata yang diucapkannya, maka ia dapat menghitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : "Rasulullah Saw tidak pernah berbicara cepat dan terburu-buru atau samar-samar seperti kalian".&lt;br /&gt;PR: wait... I: wait... L: wait... LD: wait... I: wait... wait... Rank: wait... Traffic: wait... Price: wait... C: wait...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, muamalah&lt;br /&gt;Thursday, July 23, 2009&lt;br /&gt;Terdakwa Harus Mengambil Sumpah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Ibn Abbas ra. : Nabi Saw. telah memberikan keputusan bahwa orang terdakwa harus mengambil sumpah.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Wednesday, July 22, 2009&lt;br /&gt;Larangan Merampok dan Memotong Bagian Tubuh&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abdullah bin Yazid Al Anshari ra. : Nabi Saw. melarang merampok dan memotong (bagian) tubuh.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Wednesday, July 15, 2009&lt;br /&gt;Mengambil Kembali Hadiah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Ibn Abbas ra. : "orang yang mengambil kembali hadiah yang telah diberikannya, adalah seperti anjing yang menjilat kembali air liurnya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Wednesday, July 1, 2009&lt;br /&gt;Madinah Sebagai Tanah Haram&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Saw pernah bersabda, "aku menjadikan Madinah sebagai tanah haram antara dua gunung". Nabi Saw menemui suku Haritsah dan berkata (kepada mereka), "aku melihat bahwa kamu telah keluar dari tanah Haram," namun ketika melihat ke sekelilingnya, Nabi Saw menambahkan, "tidak, kamu masih berada di tanah haram".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Sunday, June 28, 2009&lt;br /&gt;Larangan Berselisih&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud : aku mendengar seorang lelaki membaca ayat suci (Al Quran) tetapi berbeda dengan bacaan Nabi Saw yang pernah kudengar. maka, aku pegang lengan orang itu dan menyeretnya ke hadapan Nabi Saw, beliau berkata, 'kalian berdua benar. jangan berselisih, karena bangsa-bangsa sebelum kalian berselisih , lalu mereka binasa".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Saturday, June 27, 2009&lt;br /&gt;Hal Yang DIbenci Allah dan Larangan Nabi&lt;br /&gt;diriwayakan dari Al Mughirah bin Syu'bah ra. : Nabi pernah bersabda, "Nabi Saw melarang kamu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. tidak berbakti kepada ibumu&lt;br /&gt;   2. mengubur anak perempuanmu hidup-hidup&lt;br /&gt;   3. tidak memenuhi hak orang miskin dan yang lainnya (mengeluarkan sedekah, membayar zakat, dan sebagainya)&lt;br /&gt;   4. mengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Allah membencimu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. qil dan qal (berbicara omong kosong, seperti berdusta, mengumpat dan sebagainya)&lt;br /&gt;   2. mengajukan terlalu banyak pertanyaan (dalam persoalan agama)&lt;br /&gt;   3. menghambur-hamburkan kekayaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Thursday, June 25, 2009&lt;br /&gt;Hukuman Untuk Pemabuk&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Uqbah bin Al Harits ra. : ketika Al Nu'aiman atau anak lelakinya dibawa dalam keadaan mabuk, Rasulullah Saw memerintahkan semua orang yang hadir dirumah pada waktu itu untuk memukulnya. aku termasuk orang yang memukulnya. kami memukulnya dengan sepatu dan pelepah pohon kurma.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Tuesday, June 23, 2009&lt;br /&gt;Pahala Memberi Makan dan Minum Mahluk Hidup&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "suatu ketika seorang lelaki yang melakukan perjalanan sangat kehausan. ia turun ke sebuah sumur, lalu minum air dari situ. pada saat ia keluar dari tempat itu, ia melihat seekor anjing menjilati lumpur karena rasa haus yang menyengat. laki-laki itu berkata, ' (anjing) ini sengsara karena persoalan yang sama denganku'. lalu ia (turun kembali ke dalam sumur), mengisi sepatunya dengan air, menggigitnya dengan giginya, dan memanjat dinding sumur, kemudian memberinya minum dengan air itu. Allah berterima kasih atas perbuatan (baiknya) dan memaafkannya".&lt;br /&gt;orang-orang berkata, "ya Rasulullah, apakah kami diberi pahala bila melayani hewan?"&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw menjawab, "ya, melayani keperluan mahluk hidup memperoleh pahala".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, muamalah&lt;br /&gt;Monday, June 22, 2009&lt;br /&gt;Tiga Manusia Yang Tidak Dilihat Allah Pada Hari Kiamat&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "ada tiga jenis manusia yang sama sekali tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan dosanya dan akan menerima azab yang pedih. mereka adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. seorang lelaki yang memiliki kelebihan air di suatu jalan lalu menyembunyikannya dari ibn al sabil (para musafir atau peziarah di Jalan Allah)&lt;br /&gt;   2. seorang lelaki yang memberikan baiat (ikrar kesetiaan) kepada seorang penguasa dengan tujuan semata-mata memperoleh keuntungan duniawi. apabila penguasa itu memberinya sesuatu, ia gembira, dan jika ia tidak memberinya apa-apa, ia benci.&lt;br /&gt;   3. dan seseorang yang memamerkan barang-barangnya untuk dijual selepas asar (dan mengangkat sumpah palsu) dengan berkata, "demi Allah ! kecuali Dia, tidak ada yang patut disembah. barang-barangku telah ditawar sekian dan sekian". sehingga orang mempercayai bualannya (dan membeli barang-barang yang ditawarkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian Nabi Muhammad Saw membacakan ayat suci Al Quran : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit... (QS Ali Imran [3] : 77)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, Perniagaan&lt;br /&gt;Tuesday, June 16, 2009&lt;br /&gt;Tiga Dosa Terbesar diantara Dosa-Dosa Besar&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Bakrah ra. : Nabi Muhammad Saw menanyakan hal ini tiga kali : "maukah kuberitahu kalian dosa terbesar dari dosa-dosa besar?"&lt;br /&gt;mereka berkata, "ya, wahai Rasulullah!"&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda ;&lt;br /&gt;"(1) mempersekutukan Allah, dan (2) durhaka kepada kedua orang tua".&lt;br /&gt;kemudian Nabi bangkit dan berkata, "(3) dan ku peringatkan kalian untuk tidak membuat kesaksian palsu".&lt;br /&gt;dan setelah itu Nabi Muhammad Saw membahas panjang lebar perihal peringatan (untuk tidak memberikan kesaksian palsu) sehingga kami berpikir bahwa Nabi Muhammad Saw tidak ingin berhenti (membahasnya)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Monday, June 15, 2009&lt;br /&gt;Generasi Yang Bersaksi dan Bersumpah Palsu&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "orang-orang dari generasiku adalah yang terbaik, kemudian generasi setelah mereka, dan generasi setelahnya. setelah itu akan muncul generasi yang kesaksiannya mendahului sumpah mereka dan sumpahnya mendahului kesaksian mereka".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Sunday, June 14, 2009&lt;br /&gt;Meminjam Uang Dengan Niat Mengembalikan&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Saw pernah bersabda, "siapa pun yang mengambil uang orang lain dengan niat membayarnya kembali, Allah akan membayarnya atas namanya. dan siapapun yang mengambil uang orang lain dengan niat merusaknya, Allah akan merusaknya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam&lt;br /&gt;Friday, June 12, 2009&lt;br /&gt;Pahala Berkurang Karena Memelihara Anjing&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "orang yang memelihara anjing, pahala kebaikannya dikurangi satu qirath setiap hari, kecuali anjing yang digunakan untuk menjaga ladang atau ternak"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-9140562484386072713?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/9140562484386072713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/9140562484386072713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/9140562484386072713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/islam.html' title='Islam'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-8083888011841097391</id><published>2009-11-10T15:27:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T15:28:26.702-08:00</updated><title type='text'>Nabi</title><content type='html'>Ciri Seorang Rasul&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "Allah tidak akan pernah mengutus seorang Rasul kecuali ia pernah menjadi penggembala sebelumnya".&lt;br /&gt;para sahabatnya bertanya, "apakah anda juga demikian?" Nabi Muhammad Saw menjawab, "ya, aku pernah menggembalakan domba milik penduduk Makkah untuk beberapa qirath".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman, kisah nabi-nabi&lt;br /&gt;Friday, May 29, 2009&lt;br /&gt;Turunnya Isa Putra Maryam&lt;br /&gt;diriwayatkan dari (Abu Hurairah) ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, " demi Dia yang Menggenggam diriku, sesungguhnya bahwa putra Maryam (Isa a.s.) akan turun diantara kalian (orang-orang muslim). ia akan menjadi hakim yang adil bagi manusia dengan berdasarkan Al Quran dan akan mematahkan salib serta membunuh babi; ia akan menghapuskan Jizyah (pajak yang diambil dari non muslim yang berada di dalam perlindungan pemerintahan muslim), akan mendatangkan kemakmuran sedemikian rupa sehingga tidak akan ada orang yang mau menerima sedekah".&lt;br /&gt;Label: kiamat, kisah nabi-nabi&lt;br /&gt;Wednesday, March 25, 2009&lt;br /&gt;Kisah Nabi Musa Menghadapi Kematian&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : malaikat maut diutus menemui Musa dan setelah bertemu dengannya, Musa menampar dan melukai salah satu matanya. Malaikat itu kembali menemui Tuhannya dan berkata, “Tuhanku, Engkau telah mengutus aku menemui seorang hamba yang tidak menghendaki kematian”. Allah menyembuhkan matanya dan berkata, “temui dia kembali dan katakan padanya agar meletakkan telapak tangannya di atas seekor lembu jantan. Aku ijinkan ia untuk hidup lebih lama sesuai dengan banyaknya bulu (lembu jantan) yang tertinggal di bawah telapak tangannya. (maka malaikat itu menemui Musa dan mengatakan apa yang dikatakan Tuhannya). Kemudian Musa bertanya, “ Tuhan, apakah setelah itu?” Tuhan berkata, “setelah itu kematian”. Musa berkata, “(jika begitu) sekaranglah”. Musa memohon Allah membawanya ke sebuah tempat ke dekat Tanah Suci dengan jarak selemparan batu. Rasulullah Saw bersabda, “seandainya aku disana akan kuperlihatkan kubur Musa di dekat bukit pasir merah”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-8083888011841097391?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/8083888011841097391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8083888011841097391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8083888011841097391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/nabi.html' title='Nabi'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-5354416657108295511</id><published>2009-11-10T15:26:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T15:27:11.381-08:00</updated><title type='text'>Kiamat</title><content type='html'>Maut Pun Disembelih&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra. :&lt;br /&gt;Rasulullah Saw pernah bersabda, "pada hari kiamat, maut akan dibawa maju ke depan dalam bentuk biri-biri jantan berwarna hitam dan putih. kemudian sang penyeru akan memanggil, 'wahai para penghuni surga'. mereka akan memutar leher mereka dan melihat dengan hati-hati. yang memanggil akan berkata, 'tahukah kalian apa ini?' mereka berkata,'ya. Maut'. pada saat itu mereka semua dapat melihatnya.&lt;br /&gt;kemudian akan diumumkan kembali, 'wahai para penghuni neraka!'. mereka akan memutar leher mereka dan melihat dengan hati-hati. yang memanggil akan berkata, 'tahukah kalian apa ini?' mereka akan berkata, 'ya. Maut'. dan pada saat itu mereka dapat melihatnya.&lt;br /&gt;kemudian biri-biri jantan itu akan disembelih dan sang penyeru akan berkata, 'wahai penghuni surga! keabadian (untuk kalian) dan tak ada kematian. wahai penghuni neraka! keabadian (untuk kalian) dan tak ada kematian'".&lt;br /&gt;kemudian Nabi Saw membacakan ayat berikut : Berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, ketika segala perkara diputuskan. mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman. (QS. Maryam [19]:39)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat&lt;br /&gt;Friday, September 4, 2009&lt;br /&gt;Syafaat Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "untuk setiap nabi ada doa (khusus) yang dikabulkan Allah dan aku akan menyimpannya sebagai syafa'ah untuk umatku di akhirat".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, kiamat&lt;br /&gt;Sunday, May 31, 2009&lt;br /&gt;Musuh Allah Di Hari Kiamat&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "Allah berfirman, 'tiga golongan akan menjadi lawan Ku pada hari kiamat, yaitu :&lt;br /&gt;1. orang yang bersumpah dengan nama-Ku, tetapi mengkhianati sumpahnya&lt;br /&gt;2. orang yang menjual manusia merdeka, dan memakan hasil penjualannya.&lt;br /&gt;3. orang yang memperkerjakan seseorang dan pekerjaan yang diberikan telah dikerjakan olehnya sepenuhnya, tetapi upahnya tidak dibayar.&lt;br /&gt;Label: kiamat, Perniagaan&lt;br /&gt;Friday, May 29, 2009&lt;br /&gt;Turunnya Isa Putra Maryam&lt;br /&gt;diriwayatkan dari (Abu Hurairah) ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, " demi Dia yang Menggenggam diriku, sesungguhnya bahwa putra Maryam (Isa a.s.) akan turun diantara kalian (orang-orang muslim). ia akan menjadi hakim yang adil bagi manusia dengan berdasarkan Al Quran dan akan mematahkan salib serta membunuh babi; ia akan menghapuskan Jizyah (pajak yang diambil dari non muslim yang berada di dalam perlindungan pemerintahan muslim), akan mendatangkan kemakmuran sedemikian rupa sehingga tidak akan ada orang yang mau menerima sedekah".&lt;br /&gt;Label: kiamat, kisah nabi-nabi&lt;br /&gt;Friday, May 22, 2009&lt;br /&gt;Pembuat Gambar Akan Diazab, dan Para Malaikat Tidak Masuk Ke Rumah Yang Terdapat Gambar Di Dalamnya&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : aku membeli alas duduk bergambar. pada saat Rasulullah Saw melihatnya, nabi Muhammad Saw tetap berdiri di ambang pintu dan tidak masuk ke dalam rumah. aku melihat isyarat ketidaksenangan pada wajahnya, maka aku berkata, "ya Rasulullah! aku bertobat kepada Allah dan Rasul-Nya. dosa apa yang telah aku perbuat?"&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, "ceritakan tentang alas duduk ini". aku menjawab, "aku membelinya untuk tempat duduk anda". Rasulullah Saw bersabda, "pembuat gambar ini akan diazab pada hari Kiamat. akan dikatakan kepada mereka, 'beri gambar-gambar ciptaanmu nyawa'." Nabi Muhammad Saw menambahkan, "para malaikat tidak akan memasuki sebuah rumah yang terdapat gambar-gambar di dalamnya".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, siksa kubur&lt;br /&gt;Wednesday, April 15, 2009&lt;br /&gt;Tanda Kiamat - Kekayaan Melimpah&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, "tidak akan datang hari Kiamat hingga kekayaanmu berlimpah sedemikian banyaknya yang membuatnya takut, karena tidak akan ada orang yang mau menerima zakatnya dan orang yang kepada siapa zakat itu akan diberikan, akan menjawab, 'aku tidak membutuhkannya'"&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Tuesday, April 14, 2009&lt;br /&gt;Anak Perempuan Sebagai Perisai Api Neraka&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : seorang ibu bersama dua orang anak perempuannya menemuiku untuk meminta (sedekah), namun ia tidak menemukan apa pun padaku kecuali sebuah kurma yang kuberikan kepadanya dan ia bagi dua untuk anak-anaknya, sedangkan ia sendiri tidak memakannya, setelah itu ia pun bangun dan pergi. Kemudian Nabi Muhammad Saw menemuiku dan kuberitahukan kejadian itu kepadanya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “siapa pun yang diuji dengan anak-anak perempuannya dan ia menyenangkan mereka dengan kebajikan maka anak-anak perempuannya akan menjadi perisai mereka dari api neraka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga, kiamat, muamalah&lt;br /&gt;Sunday, April 12, 2009&lt;br /&gt;Azab Orang Yang Tidak Membayar Zakat&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “siapa pun yang dibuat kaya raya oleh Allah dan tidak membayarkan zakat kekayaannya, maka pada hari kiamat kekayaannya akan diubah menjadi ular beracun dengan dua tanda hitam diatas matanya. Ular itu akan melilit lehernya dan berkata, ‘akulah kekayaanmu, akulah hartamu’”. Kemudian Nabi Muhammad Saw membacakan ayat : ‘dan janganlah orang yang bakhil dengan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karunia-Nya mengira bahwa (kebakhilan) itu lebih baik baginya. Tidak, (kebakhilan) itu buruk baginya. Segala yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari kiamat. Kepunyaan Allah warisan langit dan bumi. Dan Allah tahu benar apa yang kamu lakukan (QS Ali Imran [3]:180)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw Tidak Dapat Memberi Syafaat Kepada Orang Yang Tidak Membayar Zakat&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersaabda, “(pada hari kiamat) unta-unta akan datang mencari pemiliknya dalam keadaan mereka yang terbaik, dan apabila pemiliknya tidak membayar zakat (ketika di dunia) maka unta-unta itu akan menendangnya dengan kaki-kaki mereka; dalam keadaan yang serupa, kambing-kambing akan menemui pemiliknya dalam keadaan yang terbaik, dan apabila pemiliknya tidak membayar zakat (ketika di dunia) maka kambing-kambing itu akan menendangnya dengan kaki-kaki mereka dan menanduknya dengan tanduk-tanduk mereka.”&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda, “salah satu dari hak-hak mereka adalah bahwa ketika diperah susunya air diletakkan didepan mereka”. Nabi Muhammad Saw menambahkan, “aku tidak ingin siapapun dari kalian menemuiku di hari kiamat dengan membawa kambing yang mengembik di lehernya. Orang seperti ini akan berkata, ‘wahai Muhammad, tolonglah aku’. Aku akan berkata kepadanya, ‘aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan perintah Allah kepadamu.’ Begitu pula, aku tidak ingin siapa pun dari kalian datang menemuiku dengan membawa seekor unta yang mendengkur di lehernya. Orang seperti itu akan berkata kepadaku, ‘wahai Muhammad, tolonglah aku’, aku akan berkata kepadanya, ‘aku tidak dapat menolongmu karena aku telah menyampaikan perintah Allah kepadamu’”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Thursday, July 24, 2008&lt;br /&gt;Orang Yang Dipanggil Untuk Perhitungan Amalnya, Masuk Neraka&lt;br /&gt;(Diriwayatkan dari Ibn Abi Mulaikah) : kapan pun Aisyah mendengar segala sesuatu yang tidak dimengerti, dia bertanya lagi hingga dia dapat memahami dengan sempurna. (Aisyah berkata) : pada suatu hari Nabi Muhammad Saw. Bersabda, “siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan (pada yaumul hisab) sudah pasti akan dihukum.” Aku berkata, “Bukan Allah Azza wa Jalla berkata: Maka dia akan dibuat perhitungan dengan mudah (QS Al Insyiqaq {84}:8) Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ini artinya sekedar diperlihatkan catatan amalnya, tetapi siapa pun yang dipanggil untuk perhitungan amal-amalnya, niscaya akan binasa (di Neraka)”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: kiamat&lt;br /&gt;Tuesday, July 22, 2008&lt;br /&gt;Satu Tanda Kiamat ; Ilmu (agama) Akan Dicabut&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al Ash r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda , “ Allah tidak akan mengambil kembali ilmu (agama) dengan (cara) mengambilnya dari (dalam hati) manusia, tetapi mengambilnya kembali dengan kematian para ulama sampai tidak bersisa, lalu orang-orang akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya yang bila orang-orang itu bertanya kepada mereka, mereka akan memberikan jawaban-jawaban yang tidak didasarkan pada ilmu. Maka mereka akan berada dalam kesesatan dan menyesatkan orang-orang”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-5354416657108295511?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/5354416657108295511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5354416657108295511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5354416657108295511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/kiamat.html' title='Kiamat'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-7515727384601736054</id><published>2009-11-10T15:24:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T15:25:54.329-08:00</updated><title type='text'>Keluarga</title><content type='html'>Mengambil Uang Dari Suami Yang Kikir&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Aisyah ra. : Hindun, ibu Muawiyah, berkata kepada Rasulullah Saw, "Abu Sufyan (suaminya) adalah orang kikir. bolehkah aku mengambil uangnya secara sembunyi-sembunyi?" Nabi Muhammad Saw bersabda kepadanya, "kamu dan anak-anakmu boleh mengambil apa yang cukup, adil dan masuk akal."&lt;br /&gt;Label: keluarga&lt;br /&gt;Wednesday, May 13, 2009&lt;br /&gt;Rahasia Banyak Rejeki dan Umur Panjang&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “siapa pun yang ingin memperbanyak rejekinya dan berumur panjang, harus bersilaturahim dengan sanak kerabat”.&lt;br /&gt;Label: keluarga, Perniagaan&lt;br /&gt;Friday, May 1, 2009&lt;br /&gt;Sedekah Kepada Keluarga dan Kerabat&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra : suatu ketika pada hari raya Rasulullah Saw pergi ke Mushalla (ruang atau lapangan yang difungsikan sebagai tempat shalat). Kemudian Nabi Muhammad Saw pulang, ketika Nabi Muhammad Saw sampai di rumahnya , Zainab, istri Ibn Mas’ud meminta izin untuk masuk. Ia berkata, “ya Rasulullah, inilah Zainab”. Nabi Muhammad Saw bertanya,”Zainab yang mana?” ia menjawab bahwa ia istri Ibn Mas’ud. Nabi Muhammad Saw bersabda,”baiklah, silakan masuk”. Ia pun masuk dan berkata, “ya Rasulullah, hari ini anda memerintahkan kami untuk mengeluarkan sedekah dan aku memiliki sebuah perhiasan yang kuniatkan akan kuberikan sebagai sedekah tetapi Ibn Mas’ud berkata bahwa ia dan anak-anaknya lebih berhak mendapatkannya ketimbang orang lain.” Nabi Muhammad Saw bersabda, “apa yang dikatakan Ibn Mas’ud benar. Suami dan anak-anak mu lebih berhak memperolehnya daripada orang lain”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Tuesday, April 14, 2009&lt;br /&gt;Anak Perempuan Sebagai Perisai Api Neraka&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : seorang ibu bersama dua orang anak perempuannya menemuiku untuk meminta (sedekah), namun ia tidak menemukan apa pun padaku kecuali sebuah kurma yang kuberikan kepadanya dan ia bagi dua untuk anak-anaknya, sedangkan ia sendiri tidak memakannya, setelah itu ia pun bangun dan pergi. Kemudian Nabi Muhammad Saw menemuiku dan kuberitahukan kejadian itu kepadanya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “siapa pun yang diuji dengan anak-anak perempuannya dan ia menyenangkan mereka dengan kebajikan maka anak-anak perempuannya akan menjadi perisai mereka dari api neraka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga, kiamat, muamalah&lt;br /&gt;Tuesday, April 7, 2009&lt;br /&gt;Pahala Sedekah Untuk Yang Meninggal&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : seorang lelaki berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “ibuku meninggal tiba-tiba dan aku berpikir jika ia masih hidup ia akan memberikan sedekah. Apabila sekarang aku akan memberikan sedekah atas namanya, apakah ia akan memperoleh pahala?” Nabi Muhammad Saw memberikan jawaban yang membenarkan.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Thursday, March 26, 2009&lt;br /&gt;Setiap Anak Terlahir Dalam Keadaan Fitrah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi sebagaimana seekor hewan melahirkan seekor hewan yang sempurna. Apakah kau melihatnya buntung?” kemudian Abu Hurairah membacakan ayat-ayat suci ini: (tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia tidak mengetahui (QS Ar Rum [30]:30)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga&lt;br /&gt;Friday, March 20, 2009&lt;br /&gt;Keutamaan Sabar Dalam Menghadapi Kematian Anak&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas (bin Malik) ra. : salah seorang anak Abu Thalhah sakit dan meninggal dunia. Pada saat itu Abu Thalhah sedang tidak berada di rumahnya. Ketika istrinya melihat anaknya telah meninggal, ia mengurusnya (memandikan dan mengkafaninya) dan membaringkannya di sebuah tempat di rumahnya. Ketika Abu Thalhah tiba, ia bertanya, “bagaimana si buyung?” istrinya menjawab, “ia telah tenang dan aku berharap ia menemukan kedamaian”. (Abu Thalhah) melewatkan malam itu dan pagi harinya ia pun mandi. Ketika ia bersiap untuk pergi, istrinya memberitahu dia bahwa anaknya telah meninggal. Abu Thalhah shalat subuh bersama Rasulullah Saw dan memberitahu apa yang terjadi pada mereka berdua. Rasulullah Saw bersabda, “semoga Allah memberi barakah pada malam kalian berdua”. (Sufyan berkata) bahwa seorang lelaki dari suku Anshar berkata, “mereka (Abu Thalhah dan istrinya) dikaruniai sembilan anak laki-laki dan semuanya hafal Al Quran”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, keluarga&lt;br /&gt;Thursday, March 19, 2009&lt;br /&gt;Memberikan Harta Waris Yang Cukup Untuk Ahli Waris&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. : pada tahun Haji penghabisan (wada’) Nabi Muhammad Saw, aku mengalami sakit parah dan Nabi Muhammad Saw mengunjungiku seraya mendoakan kesehatanku. Aku berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “aku lemah karena sakitku yang parah ini padahal aku kaya dan aku tidak punya ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Haruskah aku menyedekahkan 2/3 kekayaanku?”&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Aku berkata, “setengah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, “1/3. bahkan 1/3 telah cukup banyak. Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mengemis kepada orang lain. Kau akan memperoleh pahala dari sedekah yang dikeluarkan dengan niat karena Allah, bahkan untuk yang kau suapkan dalam mulut istrimu”.&lt;br /&gt;Aku berkata, “ya Rasulullah, apakah aku akan sendirian ketika para sahabatku telah pergi?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jika kamu ditinggalkan, apapun yang kau kerjakan akan mengangkatmu ke tempat yang tinggi. Dan mungkin saja kau akan berumur panjang hingga (datang suatu saat ketika) sebagian orang mengambil keuntungan darimu dan sebagian yang lain mengambil kemudaratan darimu. Ya Allah, lengkapkan hijrah para sahabatku dan jangan biarkan mereka berpaling”.&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Saw merasa sedih dengan meninggalnya Sa’d bin Khaulah yang miskin di Makkah. (sedangkan sepeninggal Nabi Muhammad Saw, Sa’d bin Abi Waqqash hidup dengan umur yang panjang).&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, keluarga&lt;br /&gt;Sunday, July 6, 2008&lt;br /&gt;Menghormati Pembantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Dzar r.a. : aku mencerca seseorang dengan memanggil ibunya dengan sapaan yang buruk. Nabi Muhammad Saw. Bersabda kepada ku,”Wahai Abu Dzar! Apakah kau mencaci maki seseorang dengan menyeru ibunya dengan sapaan yang buruk? Dalam dirimu masih tertinggal sifat-sifat jahiliyah. Pembantu-pembantumu (budak-budakmu) adalah juga saudara-saudaramu (seiman) dan Allah menempatkan mereka di bawah perintahmu. Jadi siapapun yang saudaranya dibawah perintahnya harus diberi makanan yang sama dengan yang ia makan dan diberi pakaian yang sama dengan yang ia pakai. Jangan suruh mereka mengerjakan pekerjaan diluar kemampuannya dan apabila kamu terpaksa melakukannya, bantulah mereka.”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: keluarga&lt;br /&gt;Kafir Terhadap Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, “Neraka diperlihatkan kepadaku dan sebagian besar penghuninya adalah perempuan kafir”. Ada seseorang yang bertanya,”apakah mereka kafir terhadap Allah (atau apakah mereka tidak bersyukur kepada Allah)?” Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “mereka kafir (tidak berterima kasih) kepada suaminya, dan (kafir atas) perbuatan baik yang dilakukan oleh suaminya. Seandainya masa tertentu kalian selalu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka dan kemudian ia melihat sesuatu dalam dirimu (yang tidak disukainya), ia akan berkata,”kau sama sekali tidak pernah berbuat baik kepadaku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-7515727384601736054?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/7515727384601736054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/7515727384601736054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/7515727384601736054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/keluarga.html' title='Keluarga'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-5137518823834904796</id><published>2009-11-10T15:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T15:24:42.548-08:00</updated><title type='text'>Jin</title><content type='html'>Yang Memberitahukan Perihal Jin Yang Mendengarkan Al Quran&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. : bahwa ia ditanya seseorang, "siapa yang memberitahu Nabi Saw perihal sekelompok jin yang mendengarkan pembacaan Al Quran?" dia berkata bahwa yang memberitahu Nabi Saw adalah sebatang pohon.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Jin&lt;br /&gt;Monday, September 22, 2008&lt;br /&gt;Kisah Sekumpulan Jin Yang Mendengarkan Al Quran&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : Rasulullah Saw berangkat dengan niat pergi ke Suq Ukazh (Pasar Ukazh) bersama para sahabatnya. Pada waktu itu, sebuah rintangan telah ditempatkan di antara setan-setan (dari bangsa jin) dan kabar dari langit. Api yang menyala dilemparkan kepadanya. Setan-setan pergi menemui kaumnya yang bertanya kepada mereka,”apa yang terjadi denganmu?” mereka berkata,”sebuah rintangan telah ditempatkan diantara kami dan kabar dari langit (as-sama’), api yang menyala dilemparkan kepada kami”, mereka berkata,”sesuatu yang ditempatkan sebagai rintangan antara kalian dengan kabar dari langit pasti sesuatu yang baru saja terjadi. Pergilah ke arah timur dan arah barat dan lihat apa yang telah ditempatkan sebagai rintangan antara kalian dengan kabar dari langit”. Mereka yang pergi menuju Tihama berpapasan dengan Nabi Muhammad Saw di sebuah tempat bernama Nakhla dan tempat itu terdapat di jalan yang menuju Suq Ukazh dan Nabi Muhammad Saw tengah mengerjakan shalat subuh berjamaah dengan para sahabatnya. Ketika mereka (para jin) mendengar al Quran, mereka memperhatikannya dan berkata,”demi Allah! Inilah rintangan yang telah menghalangi kita dengan kabar dari langit”. Mereka kembali kepada kaumnya dan berkata,”wahai kaumku! Sungguh kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan (al Quran). Bacaan itu menuntun ke jalan yang lurus; dan disanalah kami beriman dan kami tidak akan pernah mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami”.&lt;br /&gt;Allah mewahyukan ayat-ayat berikut ini kepada Nabi Muhammad Saw; diwahyukan kepadaku, bahwa sekumupulan jin telah mendengarkan (al Quran)…. (QS Al Jin [72]). Dan yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw adalah perbincangan para jin itu.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Jin&lt;br /&gt;Friday, August 8, 2008&lt;br /&gt;Jin Ifrit&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,”tadi malam jin Ifrit datang padaku dan berusaha mengganggu shalatku tetapi Allah memberiku kemampuan untuk menguasainya. Aku ingin mengikatnya di salah satu pilar masjid sehingga kalian dapat melihatnya keesokan paginya, tetapi aku teringat kata-kata saudaraku Sulaiman, (seperti dinyatakan dalam Al-Quran) : ,”Ya Tuhanku! Ampunilah aku dan berilah aku kerajaan yang tiada seorang pun sesudahku patut memilikinya, sungguh Kau adalah Maha Pemberi (rahmat berkelimpahan). {QS. Shad [38] : 35}.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-5137518823834904796?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/5137518823834904796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5137518823834904796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5137518823834904796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jin.html' title='Jin'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-5484285380818020669</id><published>2009-11-10T15:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T15:23:36.915-08:00</updated><title type='text'>Jihad</title><content type='html'>Syahid dalam Mempertahankan Harta Milik&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, "orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, Jihad&lt;br /&gt;Wednesday, May 6, 2009&lt;br /&gt;Jihad Kaum Perempuan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra., Ummu Al Mu’minin : aku berkata, “ ya Rasulullah ! menurut pertimbangan kami , jihad adalah perbuatan yang utama. Haruskah kami ikut berjihad?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jangan ! Jihad terbaik (untuk kaum perempuan) adalah haji mabrur”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Ibadah haji, Jihad&lt;br /&gt;Thursday, March 26, 2009&lt;br /&gt;Jenazah Yang Mati Syahid&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : bahwa Nabi Muhammad Saw mengumpulkan setiap dua orang yang mati syahid dalam perang Uhud di dalam selembar kain, kemudian bertanya, “siapa di antara mereka yang lebih mengetahui tentang Al Quran?” ketika salah seorang dari mereka ditunjukkan, Nabi Muhammad Saw memasukkan orang itu terlebih dahulu ke dalam kubur dan berkata, “aku akan bersaksi untuk mereka di hari kiamat”. Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk mengubur mereka tanpa membersihkan darah mereka lebih dahulu dan Nabi Muhammad Saw tidak memandikan maupun menshalatkan mereka.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, Jihad&lt;br /&gt;Sunday, July 6, 2008&lt;br /&gt;Keutamaan Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda,”Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat orang yang berjihad di jalan Allah, dan ia melakukan hal itu (berjihad) semata-mata karena beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW-Nya, Allah akan membalasnya dengan (pahala) atau rampasan perang (bila di hidup) atau surga (bila ia terbunuh)”. Kemudian Rasulullah SAW meneruskan,”jika tidak kuatir memberatkan umatku, niscaya aku tidak ingin tinggal di belakang setiap sariyya (unit pasukan) yang pergi berjihad di jalan Allah dan aku ingin gugur sebagai syahid di jalan Allah dan kemudian dihidupkan lagi, (berjihad) dan syahid kembali lalu dihidupkan lagi, (berjihad) dan syahid kembali”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-5484285380818020669?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/5484285380818020669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jihad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5484285380818020669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/5484285380818020669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jihad.html' title='Jihad'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-8745229051525650404</id><published>2009-11-08T18:17:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T18:18:09.179-08:00</updated><title type='text'>Iman</title><content type='html'>Thursday, June 11, 2009&lt;br /&gt;Ciri Seorang Rasul&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "Allah tidak akan pernah mengutus seorang Rasul kecuali ia pernah menjadi penggembala sebelumnya".&lt;br /&gt;para sahabatnya bertanya, "apakah anda juga demikian?" Nabi Muhammad Saw menjawab, "ya, aku pernah menggembalakan domba milik penduduk Makkah untuk beberapa qirath".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman, kisah nabi-nabi&lt;br /&gt;Friday, May 1, 2009&lt;br /&gt;Kesabaran adalah Anugerah Terbaik dan Terbesar&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra. : beberapa orang Anshar meminta (sesuatu) kepada Rasulullah Saw dan diberi. Kemudian mereka meminta lagi (sesuatu) dan kembali diberi. Kemudian kembali mereka meminta (sesuatu) dari Rasulullah Saw hingga semua semua yang dimiliki Rasulullah Saw habis.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, “apabila aku memiliki sesuatu, aku tidak akan menyembunyikannya darimu. (ingatlah) siapa pun yang tidak meminta (mengemis) kepada orang lain, Allah akan memenuhinya, dan siapa pun yang berusaha membuat dirinya merasa cukup, maka Allah akan membuat dirinya merasa cukup. Dan siapa pun yang berupaya bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Tidak ada anugerah yang lebih baik dan lebih besar yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman, sedekah/zakat&lt;br /&gt;Wednesday, July 16, 2008&lt;br /&gt;Tinggalkan syubhat&lt;br /&gt;diriwayatkan dari An-Nu'man bin Basyir r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda," yang halal dan yang haram telah jelas, namun sebagian besar umat manusia tidak mengetahui bahwa di antara kedua nya terdapat syubhat (sesuatu yang meragukan). siapapun yang meninggalkannya, ia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. dan orang yang menurutkannya bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan (ternaknya) di dekat hima (padang rumput pribadi) milik orang lain, dan kapan saja ia dapat terperangkap di dalamnya. berhati-hatilah, setiap Raja memiliki hima dan hima kepunyaan Allah Swt di bumi ini adalah segala sesuatu yang diharamkan Allah Swt. hati-hatilah ! ada segumpal daging di dalam tubuh yang apabila gumpalan daging itu baik maka baik pulalah seluruh tubuh, dan bila gumpalan daging itu buruk maka buruk pulalah seluruh tubuh. segumpal daging itu adalah hati (qolb)."&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman&lt;br /&gt;Sunday, July 6, 2008&lt;br /&gt;memerangi Kafir Sampai Mereka Beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Umar r.a.: Rasulullah SAW pernah bersabda,”aku diperintahkan Allah SWT untuk memerangi orang-orang (kafir) sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah, lalu mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, demikianlah apabila mereka menjalankan semua perintah tersebut, maka jiwa dan harta benda mereka akan dilindungi, kecuali untuk kepentingan hukum Islam maka Allah lah yang akan memberikan perhitungannya”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman&lt;br /&gt;Semua Muslim Pasti Masuk Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, “ketika ahli (penghuni) surga akan memasuki surga dan ahli neraka akan masuk ke neraka, Allah SWT akan memerintahkan mereka yang memiliki iman meskipun berat timbangannya sama dengan sebutir biji sawi agar dikeluarkan dari neraka. Begitulah mereka akan dikeluarkan dari neraka sedangkan tubuh mereka telah menjadi hitam kelam. Setelah itu mereka akan ditempatkan di sungai Haya atau Hayat (perawi hadis ini ragu mana diantara dua kata itu yang benar), dan mereka akan dihidupkan kembali seperti sebutir padi yang tumbuh di pinggir sungai. Tidakkah engkau lihat butir padi itu tumbuh menguning?”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: iman&lt;br /&gt;Kelezatan Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas r.a. : Nabi Saw. Pernah bersabda ,”Siapapun yang memiliki tiga kualitas berikut akan memperoleh kelezatan iman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      orang yang mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah SAW-Nya melebihi apa pun.&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      orang yang mencintai orang lain semata-mata karena Allah SWT,&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      orang yang membenci kekafiran sebagaimana ia membenci dimasukkan ke dalam api neraka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-8745229051525650404?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/8745229051525650404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8745229051525650404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/8745229051525650404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/iman.html' title='Iman'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-1536046982758513586</id><published>2009-11-08T18:16:00.002-08:00</published><updated>2009-11-08T18:17:18.588-08:00</updated><title type='text'>Ibadah Haji</title><content type='html'>Wednesday, May 6, 2009&lt;br /&gt;Syarat Haji Mabrur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “siapa pun yang melaksanakan ibadah haji semata-mata karena Allah dan tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya dan tidak berbuat dosa (selama melaksanakan ibadah haji) maka ia akan kembali seperti orang yang dilahirkan kembali”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Ibadah haji&lt;br /&gt;Jihad Kaum Perempuan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra., Ummu Al Mu’minin : aku berkata, “ ya Rasulullah ! menurut pertimbangan kami , jihad adalah perbuatan yang utama. Haruskah kami ikut berjihad?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jangan ! Jihad terbaik (untuk kaum perempuan) adalah haji mabrur”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Ibadah haji, Jihad&lt;br /&gt;Berhaji Atas Nama Orang Tua dan Larangan Saling Memandang Lawan Jenis&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra. : Al Fadhl (saudara lelakinya) membonceng di belakang Rasulullah Saw dan seorang perempuan dari suku Khats’am datang, Al Fadhl dan perempuang itu saling memandang. Nabi Muhammad Saw memalingkan wajah Al Fadhl kearah yang lain. Perempuan itu berkata, “ya Rasulullah, ibadah haji diwajibkan Allah kepada para hamba-Nya dan ayahku telah tua dan lemah dan tidak dapat duduk tegap di atas kudanya, bolehkah aku melaksanakan ibadah haji atas namanya?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “ya, kau diperbolehkan”. Peristiwa itu terjadi pada Haji Wada’ (Haji Penghabisan Nabi Saw).&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Ibadah haji, muamalah&lt;br /&gt;Monday, March 16, 2009&lt;br /&gt;Meninggal Dalam Keadaan Berhaji&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : ketika seseorang lelaki tengah berada di Arafah (beribadah Haji) bersama Rasulullah saw, ia jatuh dari kudanya hingga lehernya patah. Nabi Muhammad Saw bersabda, “basuhlah ia dengan air dan sidr dan kafani ia dengan dua helai kain, janganlah diberi wewangian ataupun ditutupi kepalanya karena ia akan dibangkitkan kembali di hari kiamat dengan mengucapkan labbaik.”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Ibadah haji, jenazah&lt;br /&gt;Tuesday, November 25, 2008&lt;br /&gt;Kurban Sebelum Shalat Id, Tidak diterima&lt;br /&gt;diriwayatkan (dari Al Bara' bin Azib) r.a. ; Nabi Muhammad Saw menyampaikan khutbah setelah mengerjakan shalat pada hari raya Nahr dan berkata," siapa pun yang mengerjakan shalat seperti kami dan menyembelih (kurban) seperti kami maka nusuk-nya (kurbannya) akan diterima oleh Allah Swt. Dan siapa pun yang menyembelih kurbannya sebelum shalat Id, maka nusuk-nya tidak diterima Allah".&lt;br /&gt;Abu Burdah bin Niyar, paman Al Bara' berkata," ya Rasulullah ! aku telah menyembelih dombaku sebelum shalat Id dan aku mengira bahwa hari ini adalah hari makan dan minum dan (tadinya) aku ingin dombaku menjadi domba pertama yang disembelih di rumahku. jadi aku menyembelihnya dan makan sebelum mengerjakan shalat".&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda,"domba yang kamu sembelih hanyalah daging (bukan nusuk)"&lt;br /&gt;Abu Burdah berkata," ya Rasulullah, aku memiliki kambing betina muda yang lebih kusayangi daripada dua dombaku. apakah itu cukup sebagai nusuk atas namaku?"&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda, "ya, itu cukup bagimu (sebagai nusuk) tetapi tidak untuk orang lain setelah kamu".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: ibadah, Ibadah haji, Islam&lt;br /&gt;Sunday, August 3, 2008&lt;br /&gt;Larangan Thawaf untuk Wanita Haid&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : kami pergi dengan niat melaksanakan ibadah haji dan ketika tiba di Sarif (11 km dari kota Mekkah), aku haid. Ketika aku sedang menangis, Rasulullah SAW menemuiku. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”apa yang terjadi denganmu? Apakah kau haid?” aku menjawab,”ya”. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”ini adalah takdir yang diturunkan Allah kepada anak-anak perempuan Adam. Jadi kerjakanlah apa yang perlu dikerjakan selama Haji kecuali Thawaf mengelilingi Ka’bah”, Aisyah menambahkan,”Rasulullah SAW berkurban sejumlah sapi untuk istri-istrinya”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-1536046982758513586?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/1536046982758513586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1536046982758513586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/1536046982758513586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/ibadah-haji.html' title='Ibadah Haji'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-2286164888432625549</id><published>2009-11-08T18:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T18:16:01.199-08:00</updated><title type='text'>Ibadah</title><content type='html'>Wednesday, April 8, 2009&lt;br /&gt;Amalan Surga&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah : seorang Arab Badui menemui Nabi Muhammad Saw dan berkata, “katakan kepadaku sebuah jenis perbuatan (amal) yang apabila ku kerjakan akan membawaku ke surga”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “beribadahlah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun, mengerjakan shalat, membayar zakat yang diwajibkan (mafrudhah), puasa di bulan Ramadhan”. Orang badui itu berkata, “demi Dia yang menggenggam hidupku, aku tidak akan mengerjakan lebih dari ini”. Ketika orang badui itu telah pergi, Nabi Muhammad Saw bersabda, “siapa pun yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah orang itu”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: ibadah, Islam&lt;br /&gt;Tuesday, November 25, 2008&lt;br /&gt;Kurban Sebelum Shalat Id, Tidak diterima&lt;br /&gt;diriwayatkan (dari Al Bara' bin Azib) r.a. ; Nabi Muhammad Saw menyampaikan khutbah setelah mengerjakan shalat pada hari raya Nahr dan berkata," siapa pun yang mengerjakan shalat seperti kami dan menyembelih (kurban) seperti kami maka nusuk-nya (kurbannya) akan diterima oleh Allah Swt. Dan siapa pun yang menyembelih kurbannya sebelum shalat Id, maka nusuk-nya tidak diterima Allah".&lt;br /&gt;Abu Burdah bin Niyar, paman Al Bara' berkata," ya Rasulullah ! aku telah menyembelih dombaku sebelum shalat Id dan aku mengira bahwa hari ini adalah hari makan dan minum dan (tadinya) aku ingin dombaku menjadi domba pertama yang disembelih di rumahku. jadi aku menyembelihnya dan makan sebelum mengerjakan shalat".&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda,"domba yang kamu sembelih hanyalah daging (bukan nusuk)"&lt;br /&gt;Abu Burdah berkata," ya Rasulullah, aku memiliki kambing betina muda yang lebih kusayangi daripada dua dombaku. apakah itu cukup sebagai nusuk atas namaku?"&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda, "ya, itu cukup bagimu (sebagai nusuk) tetapi tidak untuk orang lain setelah kamu".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: ibadah, Ibadah haji, Islam&lt;br /&gt;Monday, July 7, 2008&lt;br /&gt;Tanggal malam Al Qodr&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ubadah bin Al Shamit r.a. : Rasulullah SAW pergi menemui para sahabatnya untuk memberitahukan (tanggal) malam Al Qodr tetapi di tempat itu terjadi perselisihan antara dua orang muslim. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”aku kemari untuk memberitahukan kepada kalian tanggal (malam Al Qodr) tetapi si fulan dan si fulan berselisih, pengetahuan tentang itu pun raib (aku lupa tanggal itu) dan barangkali hal itu lebih baik bagimu. Carilah pada tanggal ke-7, ke-9, atau ke-5 (pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan)”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: ibadah&lt;br /&gt;BERIBADAH SECARA TETAP LEBIH DISUKAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : ketika saya sedang duduk bersama seorang perempuan, Nabi Muhammad Saw. Datang dan bertanya kepadaku,”siapa dia?” aku jawab,”si fulanah” dan aku ceritakan pada Nabi Muhammad Saw. Bahwa dia beribadah dengan berlebihan. Nabi Muhammad Saw. Bersabda dengan memperlihatkan ketidaksetujuannya,”perbuatan baik yang dilakukan secara berlebihan tidak akan membuat Allah lelah (untuk memberikan pahala) namun engkau yang akan lelah dan al – din (perbuatan baik – ibadah yang paling dicintai Allah SWT) adalah yang dikerjakan secara tetap.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: ibadah&lt;br /&gt;ARAH KIBLAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Bara r.a. : ketika Nabi Muhammad Saw. Datang ke Madinah, pada awalnya dia tinggal bersama kakek kakeknya atau paman paman dari ibunya dari pihak Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama enam belas atau tujuh belas bulan Nabi Muhammad Saw. Mendirikan shalat dengan menghadapkan wajahnya ke arah Bayt Al Maqdis (Yerusalem), beliau sebenarnya ingin shalat menghadap ke arah Ka’bah, kemudian turunlah wahyu yang memerintahkan ia menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah. Shalat asar yang dilakukan berjamaah adalah shalat pertama Rasulullah SAW ke arah Ka’bah. Salah seorang yang ikut shalat asar berjamaah bersama Rasulullah SAW kemudian pergi ke sebuah masjid tempat orang-orang tengah melaksanakan shalat dengan menghadapkan wajahnya ke arah Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang itu memberitahu mereka.”demi Allah SWT, aku bersumpah bahwa aku telah melaksanakan shalat bersama Rasulullah SAW dengan menghadapkan wajah ke arah Ka’bah.” (mendengar hal itu) mereka segera mengubah arah kiblat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yahudi dan ahli kitab yang pada mulanya merasa senang karena kiblat shalat Rasulullah SAW adalah Yerusalem kecewa ketika Rasulullah SAW mengubah kiblat shalatnya ke arah Ka’bah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-2286164888432625549?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/2286164888432625549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2286164888432625549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2286164888432625549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/ibadah.html' title='Ibadah'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-4525623549489719907</id><published>2009-11-08T18:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T18:15:19.666-08:00</updated><title type='text'>Dzikir</title><content type='html'>Sunday, September 6, 2009&lt;br /&gt;Keutamaan Dzikir Tasbih&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "siapapun yang mengucapkan 'subhanallah wa bihamdihi' (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali sehari, semua dosanya akan diampuni Allah meskipun (dosanya) sebanyak buih lautan".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Dzikir&lt;br /&gt;Saturday, September 5, 2009&lt;br /&gt;Keutamaan Dzikir&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Musa ra. : Nabi Saw pernah bersabda, "perumpamaan orang yang mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti orang hidup dengan orang mati".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-4525623549489719907?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/4525623549489719907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4525623549489719907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/4525623549489719907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/dzikir.html' title='Dzikir'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-9149342346872749883</id><published>2009-11-08T17:36:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:37:16.537-08:00</updated><title type='text'>bersuci.</title><content type='html'>Saturday, November 1, 2008&lt;br /&gt;Bersiwak Keika Akan Shalat&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah Saw. pernah bersabda, "seandainya tidak akan memberatkan umatku, aku akan memerintahkan mereka untuk membersihkan gigi mereka dengan siwak setiap akan shalat."&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Tuesday, August 5, 2008&lt;br /&gt;Cara Tayamum&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Ammar bin Yasir r.a. : aku pernah berkata kepada Umar bin Al Khaththab r.a. :”ingatkah engkau ketika kau dan aku (sedang dalam keadaan junub) bersama-sama dalam sebuah perjalanan dan kau tidak mengerjakan shalat tetapi aku berguling-guling di atas tanah dan mengerjakan shalat? Aku memberitahukan kejadian ini kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda,”cukuplah bagimu berbuat seperti ini”. Nabi Muhammad Saw. Kemudian menekankan (kedua telapak tangannya) dengan ringan ke atas tanah lalu meniupnya dan mengusapkan debu itu ke wajah dan kedua belah tangannya yang mulia.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Sunday, August 3, 2008&lt;br /&gt;Tidur Setelah Junub Dalam Keadaan Ada Whudu&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab r.a. : aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “bolehkah kami tidur dalam keadaan junub?” Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ya, apabila kalian punya whudu, kalian boleh tidur dalam keadaan junub”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: adab tidur, bersuci&lt;br /&gt;Wajib Mandi Setelah Hubungan Badan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, “ketika seorang lelaki duduk di antara empat bagian tubuh seorang perempuan dan melakukan hubungan badan dengannya, maka ia wajib mandi”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Urutan Mandi Janabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : setiap kali Nabi Muhammad Saw. Mandi setelah janabah, Nabi Muhammad Saw. Memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian berwhudu sebagaimana hendak melakukan shalat. Setelah itu Nabi Muhammad Saw. Memasukkan jemari tangannya ke dalam air dan mengusap akar rambutnya dengan jemari tangannya, kemudian menyiramkan tiga genggam penuh air ke atas kepalanya dan setelah itu menyiramkan air ke seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Maimunah r.a. (istri Nabi Muhammad Saw.) : Rasulullah SAW berwhudu sebagaimana hendak mengerjakan shalat tetapi tidak mencuci kedua kakinya. Nabi Muhammad Saw. Membasuh cairan yang keluar dari bagian tertentu tubuhnya kemudian menyiramkan air keseluruh tubuhnya. Ia mengeluarkan kakinya dari tempat itu (dari tempat mandi) kemudian mencucinya. Dan begitulah caranya Nabi Muhammad Saw. mandi janabah.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Monday, July 28, 2008&lt;br /&gt;Larangan Buang Air Kecil di Genangan Air&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari (Abu Hurairah) r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda, “engkau tidak boleh buang air kecil di atas genangan air yang tidak mengalir sebab (mungkin kau memerlukannya untuk) mandi (bersuci) di dalamnya”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Thursday, July 24, 2008&lt;br /&gt;Larangan Memakai Tangan Kanan Untuk Membasuh dan adab minum air&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda, “kapan pun kalian minum air, tidak boleh bernapas di dalam tempat air minum itu. Dan kapan pun kalian pergi ke kamar mandi, tidak boleh menyentuh atau membasuh kelamin dengan tangan kanan”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: adab minum air, bersuci&lt;br /&gt;Keutamaan Meluaskan Daerah Whudu&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “pada hari Kiamat kelak umat ku akan dipanggil Al-Ghurr Al-Muhajjalun dari (cahaya) bekas whudu mereka dan siapa pun yang dapat meluaskan wilayah cahayanya haruslah memperluaskannya”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Monday, July 21, 2008&lt;br /&gt;Membasuh Tumit untuk Kesempurnaan Whudu&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. : sekali waktu pada sebuah perjalanan Rasulullah SAW tertinggal di belakang kami. Beliau bergabung dengan kami ketika kami sedang berwhudu untuk mengerjakan shalat yang terlambat. Kami Cuma mengusap kaki (dan tidak membasuhnya dengan sempurna) maka Nabi Muhammad Saw. Mengingatkan dengan suara keras dua sampai tiga kali, “selamatkan tumitmu dari api neraka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: bersuci&lt;br /&gt;Keluar Cairan Bukan Karena Hubungan Seks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ali r.a. : Aku sering keluar madzdza’ (cairan yang keluar dari kemaluan bukan karena melakukan hubungan seksual) maka aku meminta Miqdad menanyakannya kepada Nabi Muhammad Saw., Miqdad pun menanyakannya dan Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “cukuplah berwudhu”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-9149342346872749883?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/9149342346872749883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/bersuci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/9149342346872749883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/9149342346872749883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/bersuci.html' title='bersuci.'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-2470283133479000374</id><published>2009-11-08T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:36:19.619-08:00</updated><title type='text'>berdoa.</title><content type='html'>Monday, October 12, 2009&lt;br /&gt;Doa Berlindung Dari Kekikiran dan Fitnah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. :&lt;br /&gt;Rasulullah Saw berdoa kepada Allah ; "ya Allah! aku berlindung kepadamu dari kekikiran, dari kemalasan, dari kepikunan, dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati"&lt;br /&gt;(A uu'dzubika minal bukhli wal kasali, wa ardzalil umuri, wa a'dzaabil kubri, wa fitnatid dajjaali, wa fitnatil mahyaa wal mamaati)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: berdoa&lt;br /&gt;Thursday, April 2, 2009&lt;br /&gt;Selalu Berdoa Mohon Perlindungan Dari Azab dan Fitnah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw selalu berdoa kepada Allah: “ya Allah ! aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, azab neraka, fitnah hidup, fitnah mati, dan dari fitnah Dajjal”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: berdoa, siksa kubur&lt;br /&gt;Thursday, March 26, 2009&lt;br /&gt;Tidak Mendoakan Orang Musrik Walau Pun Kerabat&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al-Musayyab bin Hazn ra. : pada saat-saat terakhir kematian Abu Thalib, Rasulullah Saw pergi mengunjunginya dan menemukan Abu Jahl bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al Mughirah, disampingnya. Rasulullah Saw bersabda, “wahai paman, katakanlah : Laa Ilaaha Illallaah, kalimat yang akan membuatku bersaksi untuk anda di hadapan Allah”. Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, “wahai Abu Thalib! Apakah engkau akan mencela agama Abdul Muthalib?” Rasulullah Saw berulang kali mengucapkannya sementara mereka (Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah) terus menerus mengulang pernyataan mereka hingga Abu Thalib mengucapkan pernyataan terakhirnya bahwa ia masih memegang agama Abdul Muthalib dan menolak mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “aku akan memohonkan ampunan Allah untuk anda selama aku tidak dilarang melakukannya”. Maka Allah menurunkan ayat yang berkaitan dengannya. Ayat yang dimaksud ; tiadalah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman bahwa mereka memintakan ampunan bagi orang yang musyrik sekalipun mereka kaum kerabat, setelah nyata kepadanya bahwa mereka adalah penghuni neraka (QS At Taubah [9]: 113)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: berdoa&lt;br /&gt;Friday, January 23, 2009&lt;br /&gt;Tentang Mengangkat Tangan Ketika Berdoa&lt;br /&gt;1. Diriwayatkan (dari Anas bin Malik r.a.) : Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya seraya berkata, " Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan, Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan, Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : Nabi Muhammad Saw tidak pernah mengangkat kedua tangannya setiap kali berdoa kecuali istisqa dan ia mengangkat tangannya sedemikian rupa sehingga ketiaknya yang putih terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. (diriwayatkan dari Salim) : Ibn Umar r.a. mengerjakan ramyu jamrah al-dunya (jamrah di dekat masjid Khaif) dengan tujuh batu kecil dan membaca takbir setiap kali melontar batu. ia kemudian pergi ke arah depan hingga sejajar dengan tanah tempat ia berdiri menghadap kiblat untuk waktu yang lama dan berdoa sambil mengangkat tangannya. kemudian ia mengerjakan jamrah al-Wustha (jamrah yang tengah) dan kemudian pergi ke arah kiri menuju tengah-tengah tanah, tempat ia berdiri menghadap kiblat. ia tetap berdiri disana untuk waktu yang lama dan berdoa sambil mengangkat tangannya. kemudian ia mengerjakan ramyu jamrah al-Aqabah dari pertengahan lembah, tetapi ia tidak berhenti di tempat tersebut bahkan langsung pergi dan berkata, "aku melihat Nabi Muhammad Saw mengerjakan yang seperti ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. diriwayatkan dari Abu Musa r.a. : sekembalinya dari Perang Hunain, Nabi Muhammad Saw mengutus Abu Amir sebagai komandan pasukan menuju Authas untuk menaklukan mereka. ia (Abu Amir, dalam perang itu) bertemu dengan Duraid bin Alshima. Duraid terbunuh dan Allah Swt mengalahkan kawan-kawannya. Nabi Muhammad Saw mengutusku bersama Abu Amir. kaki Abu Amir terkenah panah yang dilontarkan seorang laku-laki dari suku Jusyam. aku memburunya dan berkata, "wahai paman, siapa yang memanahmu?" ia menunjukkan Abu Musa seraya berkata,"ia yang memanahku". maka ku datangi ia. ketika ia melihatku, ia melarikan diri. aku mengejarnya sambil berteriak memanggilnya, "tak punya malukah kamu, berhenti!" maka ia pun berhenti lalu bertarung pedang satu lawan satu dengan ku. dan aku membunuhnya. kemudian aku kembali dan berkata kepada Abu Amir, "Allah telah membunuh pembunuhmu". Ia berkata," cabutlah anak panah ini" aku mencabutnya dan darah menyembur dari lukanya. kemudian ia berkata, "wahai anak saudaraku! sampaikan salamku kepada Rasulullah Saw dan mintalah ia memohonkan ampunan (Allah) untukku".&lt;br /&gt;Abu Amir menunjukku sebagai komandan pengganti pasukan itu. beberapa saat ia masih bernapas, kemudian syahid.&lt;br /&gt;(kemudian) aku kembali dan menemui Rasulullah Saw di rumahnya. kulihat Nabi Muhammad Saw tengah berbaring di tempat tidurnya. kusampaikan kepada Nabi Muhammad Saw perihal kami dan permintaan terakhir Abu Amir. Nabi Muhammad Saw meminta air kemudian berwhudu dan mengangkat tangannya seraya berkata : " Ya Allah ! ampunilah Ubaid Abu Amir" pada saat itu kulihat ketiak Nabi Muhammad Saw yang putih. kemudian Nabi Muhammad Saw berkata, "ya Allah ! jadikanlah ia (Abu Amir) lebih utama dibandingkan mahluk hidup-MU yang lain pada hari kiamat."&lt;br /&gt;aku berkata,"maukah engkau memintakan pula ampunan (Allah) untukku?" Nabi Muhammad Saw kemudian berkata,"ya Allah ! ampunilah dosa-dosa Abdullah bin Qais ( nama lain Abu Musa al-Asy'ari) dan masukkan ia kedalam surga-MU pada hari kiamat".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-2470283133479000374?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/2470283133479000374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/berdoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2470283133479000374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2470283133479000374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/berdoa.html' title='berdoa.'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-6224070645324577402</id><published>2009-11-08T17:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:35:28.077-08:00</updated><title type='text'>adab tidur.</title><content type='html'>Sunday, August 3, 2008&lt;br /&gt;Tidur Setelah Junub Dalam Keadaan Ada Whudu&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab r.a. : aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “bolehkah kami tidur dalam keadaan junub?” Nabi Muhammad Saw. Menjawab,”ya, apabila kalian punya whudu, kalian boleh tidur dalam keadaan junub”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: adab tidur, bersuci&lt;br /&gt;Monday, July 28, 2008&lt;br /&gt;Adab Tidur dan Larangan Menambahkan/Merubah Apa Yang Sudah Diajarkan Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda kepadaku, “kapan pun engkau hendak tidur berwhudu lah terlebih dahulu sebagaimana engkau hendak shalat, berbaringlah dengan menghadap ke arah kanan dan berdoalah&lt;br /&gt;‘Allahumma aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja’tu zhahri ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika. La malja’a wa laa manja minka illa ilaika. Allahumma amantu bikitabikal-ladzi anzalta wa Nabiyyikal arsalta’&lt;br /&gt;(ya Allah! Aku berserah diri kepada-Mu, mempercayakan seluruh urusan ku kepada-Mu aku bergantung kepada-Mu untuk memperoleh berkah-Mu dengan harapan dan ketakutanku kepada-Mu, tak ada tempat untuk perlindungan dan keamanan selain-Mu. Ya Allah! Aku percaya kepada kitab-Mu dan aku percaya kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus)&lt;br /&gt;maka apabila malam itu engkau mati, kau akan mati dalam keimanan. Biarkanlah kata-kata tadi menjadi kata-katamu yang terakhir”&lt;br /&gt;aku mengulang doa itu di hadapan Nabi Muhammad Saw. Dan ketika sampai pada kalimat “Allahumma amantu bikitabikal ladzi anzalta” (ya Allah! aku percaya kepada kitab-Mu yang telah engkau turunkan) aku melanjutkan,”wa Rasulika (dan Rasul-Mu)”. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”bukan (‘wa Rasulika’, tetapi); wa nabiyyikal ladzi arsalta”(Nabi-Mu yang Engkau utus).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-6224070645324577402?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/6224070645324577402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/6224070645324577402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/6224070645324577402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-tidur.html' title='adab tidur.'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-319408277257179429</id><published>2009-11-08T17:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:34:19.270-08:00</updated><title type='text'>adab minum air</title><content type='html'>Friday, June 26, 2009&lt;br /&gt;Menggilir Minuman Mulai Dari Sebelah Kanan&lt;br /&gt;(diriwayatkan dari Al Zuhri) Anas bin Malik ra. berkata : "suatu ketika (seseorang) memerah susu biri-biri untuk Rasulullah Saw yang sedang berada di rumahku. susu itu tercampur air sumur di rumahku. segelas susu itu diberikan kepada Nabi Muhammad Saw yang kemudian meminumnya. pada waktu itu Abu Bakar duduk di sebelah kiri Rasulullah Saw dan seorang badui duduk di sebelah kanannya. ketika Rasulullah Saw menurunkan gelas itu dari bibirnya, 'Umar khawatir Nabi Saw akan memberikannya kepada si orang Badui, maka dia berkata, "Ya Rasulullah ! berikan kepada Abu Bakar yang duduk di samping anda.". tetapi Nabi Saw memberikannya kepada orang badui yang duduk di sebelah kanan beliau dan bersabda, "kamu harus memulai dari orang yang duduk di sebelah kananmu"'.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: adab minum air&lt;br /&gt;Monday, March 16, 2009&lt;br /&gt;Tidak Mempertunjukkan Kesalehan Seseorang&lt;br /&gt;(Diriwayatkan dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit ) : Ummu al Ala’ ra., seorang perempuan Anshar yang memberikan baiatnya kepada Nabi Muhammad Saw berkata kepadaku, “orang-orang yang berhijrah masing-masing diserahkan kepada kami dengan cara diundi dan kami mendapat bagian utsman bin mazh’un. Kami menempatkannya di rumah kami. Di kemudian hari ia menderita penyakit parah. Ketika ia meninggal dunia dan telah dimandikan serta dikafani, Rasulullah Saw datang dan aku berkata, “semoga kasih sayang Allah terlimpah kepadamu, wahai abu al Sa’Ib ! aku bersaksi bahwa Allah telah memuliakanmu”, Nabi Muhammad Saw bersabda, “bagaimana anda tahu Allah telah memuliakannya ?” aku menjawab,”ya Rasulullah ! biarlah ayahku berkurban untukmu. Kapada siapa lagi Allah melimpahkan kemuliaan-Nya?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” sesungguhnya kematian telah menjemputnya. Demi Allah, akupun berharap kebaikan untuknya, tetapi demi Allah, meskipun aku utusan Allah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Allah terhadapku””. Semenjak itu ia (Kharijah) tidak pernah lagi mempertunjukkan kesalehan seseorang”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: adab minum air, muamalah&lt;br /&gt;Thursday, July 24, 2008&lt;br /&gt;Larangan Memakai Tangan Kanan Untuk Membasuh dan adab minum air&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda, “kapan pun kalian minum air, tidak boleh bernapas di dalam tempat air minum itu. Dan kapan pun kalian pergi ke kamar mandi, tidak boleh menyentuh atau membasuh kelamin dengan tangan kanan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-319408277257179429?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/319408277257179429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-minum-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/319408277257179429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/319408277257179429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-minum-air.html' title='adab minum air'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-2951417260525655584</id><published>2009-11-08T17:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:33:25.335-08:00</updated><title type='text'>Adab Makan</title><content type='html'>Friday, October 23, 2009&lt;br /&gt;Adab Makan&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Umar abi Salamah ra. :&lt;br /&gt;aku seorang anak laki-laki di bawah asuhan Rasulullah Saw dan tanganku biasa menjelajahi semua hidangan yang ada di depanku.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda kepadaku, "wahai anak, mulailah dengan menyebut nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu. makanlah makanan yang letaknya paling dekat denganmu".&lt;br /&gt;sejak saat itu, saya makan seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-2951417260525655584?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/2951417260525655584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-makan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2951417260525655584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2951417260525655584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/adab-makan.html' title='Adab Makan'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2999001914724130876.post-2457612408990686161</id><published>2009-11-08T17:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:31:32.654-08:00</updated><title type='text'>jenazah.</title><content type='html'>Tuesday, April 7, 2009&lt;br /&gt;Larangan Mencaci Orang Yang Sudah Meninggal&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “jangan mencerca orang-orang yang sudah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah mencapai tempat tujuan mereka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Thursday, April 2, 2009&lt;br /&gt;Diperlihatkan Surga atau Neraka Ketika Di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar : Rasulullah Saw pernah bersabda, “ketika salah seorang dari kalian meninggal, akan diperlihatkan kepadanya tempatnya pada pagi dan dan sore hari. Apabila ia termasuk salah seorang penghuni surga, akan diperlihatkan surga kepadanya. Dan apabila ia termasuk penghuni neraka, akan diperlihatkan neraka kepadanya. Kemudian dikatakan kepadanya, “inilah tempatmu kelak ketika Allah menghidupkanmu kembali di hari kiamat””.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Wednesday, April 1, 2009&lt;br /&gt;Orang Non Muslim Diazab Sejak Di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Ayyub ra. : suatu ketika Rasulullah Saw keluar setelah matahari terbenam dan mendengar sebuah suara (yang mengerikan) dan berkata, “orang-orang yahudi sedang diazab di kuburan mereka”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Perkataan Yang Teguh di Alam Kubur&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Bara’ bi Azib ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “ketika orang yang beriman didudukkan di dalam kuburnya, para malaikat pun menemuinya dan ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”. Hal itu sesuai dengan firman Allah: Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh…(QS Ibrahim [14]:27)&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, siksa kubur&lt;br /&gt;Tuesday, March 31, 2009&lt;br /&gt;Ucapan Terhadap Jenazah Adalah Kesaksian&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas (bin malik) : (iringan orang yang mengantar) jenazah lewat dan orang-orang memujinya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “ucapan itu telah menguatkan (wajabat) dia”. Kemudian (iringan orang yang mengantar) jenazah lainnya lewat dan orang-orang memburukkannya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “ucapan itu telah menguatkan (wajabat) dia”. Umar bin Al Khattab ra. Bertanya kepada Rasulullah Saw, “apa maksud anda menguatkan (wajabat) dia?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “kamu telah memuji orang ini maka surga ditegaskan untuknya; dan kamu memburukkan yang lainnya, maka neraka telah ditegaskan untuknya. Kamu semua adalah saksi Allah di muka bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “apabila ada empat orang bersaksi terhadap kebaikan (kesalehan) seorang muslim, maka Allah akan menganugerahkan surga”, kami bertanya,”bagaimana jika tiga orang?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “bahkan tiga orang”. Kemudian kami bertanya, “bagaimana jika dua orang”. Nabi Muhammad Saw menjawab, “bahkan dua orang”. Kami tidak bertanya bagaimana jika satu orang yang bersaksi.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Monday, March 30, 2009&lt;br /&gt;Larangan Bunuh Diri&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Tsabit bin Al Dhahhak ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "siapa pun yang secara sengaja bersumpah palsu bahwa agamanya bukanlah Islam, maka ia adalah sebagaimana yang ia katakan. dan siapapun yang membunuh dirinya sendiri dengan sepotong besi, di neraka ia akan diazab dengan benda yang sama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Jundab ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "seorang lelaki terluka dan bunuh diri, maka Allah berkata, "Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya sendiri maka Aku haramkan surga untuknya"".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "ia yang bunuh diri dengan mencekik dirinya sendiri, di neraka ia akan terus menerus mencekik dirinya sendiri dan ia yang bunuh diri dengan menikam dirinya sendiri, di neraka ia akan terus menerus menikam dirinya sendiri".&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, jenazah&lt;br /&gt;Thursday, March 26, 2009&lt;br /&gt;Jenazah Yang Mati Syahid&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : bahwa Nabi Muhammad Saw mengumpulkan setiap dua orang yang mati syahid dalam perang Uhud di dalam selembar kain, kemudian bertanya, “siapa di antara mereka yang lebih mengetahui tentang Al Quran?” ketika salah seorang dari mereka ditunjukkan, Nabi Muhammad Saw memasukkan orang itu terlebih dahulu ke dalam kubur dan berkata, “aku akan bersaksi untuk mereka di hari kiamat”. Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk mengubur mereka tanpa membersihkan darah mereka lebih dahulu dan Nabi Muhammad Saw tidak memandikan maupun menshalatkan mereka.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, Jihad&lt;br /&gt;Wednesday, March 25, 2009&lt;br /&gt;Membaca Al Fatihah adalah Sunnah Dalam Shalat Jenazah&lt;br /&gt;(diriwayatkan dari Thalhah bin Abdullah bin Auf : aku shalat jenazah di belakang) Ibn Abbas ra. (dan ia) membaca Surah Al Fatihah dan berkata, “kau harus tahu bahwa hal itu (membaca surat Al Fatihah) di dalam shalat jenazah adalah sunnah”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, shalat&lt;br /&gt;Monday, March 23, 2009&lt;br /&gt;Keutamaan Mengantar Jenazah&lt;br /&gt;(Diriwayatkan dari Nafi’) : Ibn Umar ra. Diberitahu bahwa Abu Hurairah berkata, “siapapun yang mengantar jenazah (ke tempat pemakaman) akan memperoleh pahala sebuah qirath”. Ibn Umar berkata, “Abu Hurairah membicarakan pahala yang sangat besar”. Aisyah menyokong hadits Abu Hurairah dan berkata, “aku pernah mendengar Rasulullah Saw mengatakan hal itu”. Ibn Umar berkata, “kami kehilangan qirath yang sangat besar”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Bersegera Membawa Jenazah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “bersegeralah dengan jenazah karena apabila ia seorang yang saleh, kau membawanya ke sesuatu yang baik. Dan apabila sebaliknya (bukan seorang yang saleh), kau meletakkan keburukan di atas lehermu.”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Perkataan Jenazah yang Akan Diusung&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “ketika jenazah telah siap dan para pria mengusungnya di atas bahunya, jenazah orang saleh akan berkata, ‘cepatlah’. Tetapi jenazah orang yang tidak saleh akan berkata, ‘duhai ! kemana kalian akan membawaku?’. Suaranya terdengar oleh semua alam, kecuali manusia. Dan apabila manusia (dapat mendengarnya) ia akan jatuh pingsan”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Saturday, March 21, 2009&lt;br /&gt;Berdiri Ketika Melihat Iringan Jenazah&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Amir bin Rabiah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “jika salah seorang dari kalian melihat jenazah (diusung dalam perjalanan ke pemakaman) dan tidak ikut mengantar, maka ia harus berdiri hingga ia meninggalkannya, atau berada di belakangnya, atau hingga keranda itu diturunkan di hadapannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : Jenazah ( yang diusung menuju pemakaman) lewat dihadapan kami. Nabi Muhammad Saw berdiri. Kami berkata, “ya Rasulullah, ini jenazah orang yahudi”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “kapanpun kalian melihat jenazah (yang diusung ke pemakaman), berdirilah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan dari Sa’id al Maqburi bahwa ayahnya berkata : ketika kami mengikuti acara pemakaman). Abu Hurairah ra. Menggenggam tangan Marwan dan mereka duduk di depan keranda yang telah diletakkan. Kemudian Abu Sa’id datang dan menggenggam tangan Marwan seraya berkata, “Bangunlah. Demi Allah, tiada keraguan orang ini (Abu Hurairah) tahu bahwa Nabi Muhammad Saw melarang kami melakukannya”. Abu Hurairah berkata, “yang ia (Abu Sa’id) katakan benar”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Membolehkan Menangis dan Melarang Meratap&lt;br /&gt;Diriayatkan dari Abdullah bin Umar ra. : Sa’d bin Ubadah sakit dan Rasulullah Saw bersama dengan Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqash, dan Abdullah bin Mas’ud mengunjunginya untuk bertanya perihal sakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;Ketika Nabi Muhammad Saw bertemu dengannya, ia tengah dikelilingi anggota keluarganya. Nabi Muhammad Saw bertanya, “apakah ia telah meninggal?” mereka berkata, “belum, wahai Rasulullah”. Nabi Muhammad Saw menangis dan ketika orang-orang melihat Nabi Muhammad Saw menangis, mereka semua menangis. Nabi Muhammad Saw bersabda, “maukah kau mendengarkan? Allah tidaklah menghukum karena air mata yang berlinang begitu pula hati yang berduka. Allah menghukum karena ‘ini’ atau karena melimpahkan rahmat-Nya”. Nabi Muhammad Saw menunjuk lidahnya dan menambahkan, “orang yang meninggal diazab karena ratapan kerabatnya terhadapnya”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Friday, March 20, 2009&lt;br /&gt;Keutamaan Sabar Dalam Menghadapi Kematian Anak&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas (bin Malik) ra. : salah seorang anak Abu Thalhah sakit dan meninggal dunia. Pada saat itu Abu Thalhah sedang tidak berada di rumahnya. Ketika istrinya melihat anaknya telah meninggal, ia mengurusnya (memandikan dan mengkafaninya) dan membaringkannya di sebuah tempat di rumahnya. Ketika Abu Thalhah tiba, ia bertanya, “bagaimana si buyung?” istrinya menjawab, “ia telah tenang dan aku berharap ia menemukan kedamaian”. (Abu Thalhah) melewatkan malam itu dan pagi harinya ia pun mandi. Ketika ia bersiap untuk pergi, istrinya memberitahu dia bahwa anaknya telah meninggal. Abu Thalhah shalat subuh bersama Rasulullah Saw dan memberitahu apa yang terjadi pada mereka berdua. Rasulullah Saw bersabda, “semoga Allah memberi barakah pada malam kalian berdua”. (Sufyan berkata) bahwa seorang lelaki dari suku Anshar berkata, “mereka (Abu Thalhah dan istrinya) dikaruniai sembilan anak laki-laki dan semuanya hafal Al Quran”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah, keluarga&lt;br /&gt;Larangan Menangisi Jenazah Secara Berlebihan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : dari celah sebuah pintu aku melihat Nabi Muhammad Saw duduk dan tampak sedih ketika memperoleh kabar perihal kematian Ibn Haritsah, Ja’far, dan Ibn Rawahah. Seorang lelaki menemui Nabi Muhammad Saw dan bercerita tentang kaum perempuan dari keluarga Ja’far yang menangisi Ja’far. Nabi Muhammad Saw menyuruhnya untuk melarang mereka. Kemudian ia kembali menemui Nabi Muhammad Saw dan mengabarkan bahwa mereka tidak mau mendengarkannya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “larang mereka”. Kemudian datang lagi untuk ketiga kalinya dan berkata, “ya Rasulullah! Demi Allah, mereka tidak mendengarkan kita semua.”&lt;br /&gt;(Aisyah) menambahkan bahwa Rasulullah Saw menyuruhnya untuk kembali dan memasukkan debu ke dalam mulut mereka.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Thursday, March 19, 2009&lt;br /&gt;Meratapi Jenazah Secara Berlebihan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “ia yang menampari pipinya, menangisi pakaiannya dan memanggil-manggilnya atau mengikuti cara dan tradisi jahiliyah, bukanlah dari kami”&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Berdusta Tentang Nabi&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Mughirah ra. : aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, “ berdusta tentang aku tidaklah seperti berdusta tentang orang lain. Siapapun yang dengan sengaja berdusta tentang aku, maka tempat tinggalnya kelak adalah neraka”. Al Mughirah menambahkan bahwa ia pun pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, “orang mati yang diratapi, diazab karena ratapan itu”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: Islam, jenazah&lt;br /&gt;Wednesday, March 18, 2009&lt;br /&gt;Perihal Menangisi Orang Yang Meninggal&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar ra. : Rasulullah Saw bersabda, “orang yang telah meninggal diazab karena tangisan kerabatnya”. Hal ini sampai kepada Aisyah setelah Umar meninggal, Aisyah berkata, “semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Umar. Demi Allah, Rasulullah Saw tidak mengatakan bahwa orang yang beriman diazab karena tangisan (disertai ratapan) kaum kerabatnya”. Tetapi Nabi Muhammad Saw bersabda, “Allah akan menambahkan azab kepada orang yang tidak beriman (kafir) karena tangisan (disertai ratapan) kerabatnya.” Lebih jauh Aisyah menambahkan, “Al-Quran telah cukup untukmu (menjelaskan masalah ini) sebagaimana firman Allah: dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (QS Al Fathir [35] : 18) dan (QS Al An’am [6] : 164).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : suatu ketika Rasulullah Saw lewat (di depan kuburan) seorang perempuan yahudi yang sedang ditangisi kerabatnya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “mereka menangis (dengan suara keras) di atasnya, sedangkan ia diazab di dalam kuburnya”.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Orang Yang Menguburkan Sebaiknya Yang Tidak Berhubungan Badan Pada Malam Sebelumnya&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : kami sedang berada (pada acara pemakaman) salah seorang putri Nabi Muhammad Saw. Beliau duduk di samping makam putrinya. Aku melihat matanya berkaca-kaca. Nabi Muhammad Saw bersabda, “adakah salah seorang dari kalian yang tadi malam tidak berhubungan badan dengan istrinya?” Abu Thalhah menunjuk dirinya. Dan Nabi Muhammad Saw menyuruh ia (Abu Thalhah) masuk ke dalam lubang kubur (membantu menguburkan jenazah putrinya). Maka ia pun masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;Link ke posting ini&lt;br /&gt;Label: jenazah&lt;br /&gt;Masa Berkabung Seorang Perempuan&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ummu Habibah ra., istri Nabi Muhammad Saw : aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, “seorang perempuan yang percaya kepada Allah dan hari kemudian tidak diperbolehkan berkabung lebih dari tiga hari atas meninggalnya seseorang, kecuali terhadap suaminya. Apabila suaminya meninggal, ia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2999001914724130876-2457612408990686161?l=haditsshahihalbukhari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/feeds/2457612408990686161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jenazah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2457612408990686161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2999001914724130876/posts/default/2457612408990686161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haditsshahihalbukhari.blogspot.com/2009/11/jenazah.html' title='jenazah.'/><author><name>TKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03233083527223323506</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_fqKPncoanTc/S_8NIRap8lI/AAAAAAAAABk/mRcYBu82rK0/S220/DSCF0023.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
